Property:Response text id

From BASAbaliWiki
Showing 20 pages using this property.
H
Cara mengurangi jumblah sampah dalam setiap aktivitas keagamaan Biasanya sampah-sampah yang ada di pura adalah sampah-sampah organik yang mudah terurai yang berasal dari alam CARA MENGURANGI NYA 1). Membuat tempat penampungan atau lobang kompos untuk menaruh sampah canang-canang tersebut agar terurai menjadi kompos dan dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman 2). Menyediakan tempat sampah khusus untuk sampah-sampah anorganik yang tidak dapat terurai seperti plastik atau botol-botol minuman dan juga menyediakan tempat sampah berbahaya seperti serpihan kaca serpihan lampu-lampu dan lain-lain. 3). Wajib membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan tetap bersih dan terjaga 4). Serta senantiasa mengingatkan masyarakat untuk selalu membuang sampah pada tempatnya 5). Membuat poster himbauan berupa "buanglah sampah pada tempatnya" 6). Melakukan sosialisasi bahayanya sampah kepada masyarakat  +
Sampah sisa upacara keagaman menjadi salah satu penyumbang sampah di Bali. Sampah sisa upacara keagaman seperti sampah canang,bunga,kresek,dan sisa banten.Penggunaan kresek sebagai wadah canang menjadi masalah kedua setelah sampah canang.Padahal, pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik. Sayangnya, himbauan ini masih banyak dihuraukan masyarakat.Sebagai alternatif, kita dapat menggunakan tas kain yang lebih ramah lingkungan. Selain itu sampah canang selalu berserakan di pelataran pura dikarenakan kurangnya tanggung jawab para pemedek pura untuk membuang sampah di tempatnya dan dipilah sampahnya.Sampah sisa canang bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos dengan cara mengolah sisa daun dan bunga dari canang  +
Dengan banyaknya hari di Bali yang harus berkaitan dengan acara keagamaan, pasti banyak orang yang akan pergi ke pura-pura besar di Bali seperti Pura Batur. Orang yang ingin ke Pura Batur harus bisa membawa mangkok sendiri ke sana. menampung. fasilitas ibadah atau membawa kembali fasilitas ibadah yang telah digunakan atau memberikan sanksi atau denda jika tidak mematuhi aturan. Jika hanya mengandalkan kesadaran umat miskin saja tidak cukup, maka masyarakat sekitar dan petugas kebersihan di sekitar pura dapat membersihkan sampah-sampah tersebut, misalnya sebagai eco-enzyme dan menjadikan plastik menjadi komoditas yang bernilai dengan mengelolanya sebagai komoditas.  +
Yang pertama Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat Mengedukasi masyarakat, terutama komunitas yang terlibat dalam upacara adat atau ritual keagamaan, tentang dampak sampah bekas banten terhadap lingkungan. Ini bisa dilakukan melalui kampanye, seminar, atau sosialisasi yang melibatkan tokoh masyarakat dan pemuka agama. Yang Kedua : Penyediaan Tempat Sampah Khusus Menyediakan tempat sampah khusus di sekitar area pantai yang sering dijadikan lokasi upacara. Tempat sampah ini harus diberi tanda yang jelas, agar masyarakat mengetahui tempat yang tepat untuk membuang bekas banten. Yang ketiga, Pembersihan Rutin Mengorganisir pembersihan pantai secara rutin dengan melibatkan komunitas lokal, sukarelawan, dan pemerintah setempat. Kegiatan gotong royong ini tidak hanya membantu membersihkan pantai, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.  +
Cara mengurangi sampah dalam acara keagamaan 1. Pada saat kita melakukan kegiatan persembahyangan, seharusnya tidak menggunakan plastik  +
bali yang mempunyai tradisi dan keagamaan yang indah. buku ini merupakan hasil penelitian lapangan yang khusus mengkaji tentang pola penunggulangan sampah plastik pada upacara piodalan di pura besakih. hal ini menarik sebab ketika apresiasi masyarakat akan melestarikan akan semakin menurun. di tambah sikap progmatisme masyarakat semakin tinggi maka degradasi kualitas lingkungan tidak dapat di hindari. pemerintah bali membuat larangan penggunaan plastik sekali pakai saat perayaan hari suci di pura warga yang bersembahyang dan pemilih warung juga dilarang membawa atau menyediakan 3 jenis plastik sekali pakai. pemedek wajib membawa kanting sampah untuk menampung sisa sesajen selama berada di kawasan suci pura. pedagang juga dilarang membuang sampah sembarangan dan berkewajiban menjaga kebersihan secara mandiri dengan menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber,memilah sampah organik dan non organik serta menjaga kebersihan lokasi. selain itu tahap untuk mengurangi sampah dari keagamaan bisa melalui pembakaran di bak sampah supaya tidak semua tertampung pada tempat pembuangan akhir. sekian terimakasih  +
Seperti yang kita tau bahwa provinsi Bali menghasilkan sampah organik sebesar 900ton perhari yang disebapkan oleh sampah sisa canang yang di pakai dalam aktivitas upacara adat. Kita bisa menggunakan cara melilah sampah dengan membedakan yang kering dengan yang basah. Yang kering seperti dedaunan bekas meletakan bunga atau sarana upacara. Sedangkan yang basah seperti bunga dan buah-buahan. Sampah kering seperti bisa kita olah menjadi bahan penyambut api seperti mengukup Tirta Sampah basah bisa kitak olah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat buat tanaman.  +
Berikut adalah tanggapan saya mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah dalam kegiatan keagamaan: 1. Mengelola sampah dengan baik Sediakan tempat sampah yang terpisah untuk sampah organik, anorganik, dan daur ulang. Pastikan juga ada informasi yang jelas tentang cara memilah sampah dengan benar. 2. Mengajak Bendesa dan Warga Desa Memulai Program Kebersihan Dengan melibatkan Bendesa dan tokoh adat, akan lebih mudah mendapatkan dukungan dari masyarakat. Terlebih jika ada tokoh yang memberikan dukungan, program ini tidak akan menemui hambatan berarti. 3. Menggunakan bahan-bahan alami Gunakan bahan upacara yang ramah lingkungan, seperti menggantikan bahan plastik dengan janur, daun-daunan, dan bahan alami lainnya yang bisa terurai secara alami.  +
Menjaga kesucian alam serta lingkungan saat melaksanakan upacara keagamaan sangat penting di Bali. Salah satu cara untuk mengurangi sampah, terutama sampah plastik, adalah dengan menggunakan bahan-bahan alami dalam sarana upacara, seperti menggunakan daun pisang, janur, dan bahan organik sehat lainnya. Selain itu, pemisahan sampah antara organik dan anorganik dari berbagai upacara juga perlu diterapkan agar aliran sampah plastik tidak mencemari lingkungan. Program "Bali Bersih" yang sering dilaksanakan perlu ditingkatkan dengan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong-royong. Oleh karena itu, para pemangku dan prajuru adat harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara-cara menjaga lingkungan serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hal ini dalam setiap pelaksanaan upacara, sehingga Bali tetap lestari dan bersih.  +
Menurut pandangan saya, kita dapat mengambil langkah awal dari diri kita sendiri yaitu dengan menggunakan wadah sokasi/bokoran untuk membawa sarana dan prasarana persembahyangan pada saat ke pura atau melakukan aktivitas keagamaan. Selain itu kita juga dapat membuat papan peringatan larangan menggunakan kantong plastik di masing-masing tempat suci atau tempat yang akan dijadikan sebagai aktivitas keagamaan serta kita sebagai warga lokal di area sekitar tempat aktivitas keagamaan tersebut bisa menyediakan wadah atau bokoran non plastik untuk dijadikan sebagai wadah atau tempat sarana prasarana persembahyangan. Dari cara yang telah saya paparkan tadi, dapat dipastikan bahwa jumlah sampah plastik sedikit demi sedikit akan berkurang di setiap aktivitas keagamaan. Cara lain yang dapat kita lakukan menurut saya adalah kita bisa membantu masyarakat setempat yang mengadakan aktivitas keagamaan untuk membersihkan dan memilah sampah-sampah plastik yang ada.  +
I
Menurut saya  +
Poster ini menjelaskan tentang overtourism di Bali, yang menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan, budaya, dan masyarakat lokal. Overtourism meningkatkan polusi, kemacetan, menurunkan kualitas pengalaman wisata, serta menyebabkan komersialisasi budaya yang tidak berkelanjutan. Dalam poster ini, terdapat informasi mengenai peningkatan jumlah wisatawan mancanegara ke Bali dari tahun 2022 hingga 2024 berdasarkan data dari BPS Provinsi Bali, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak overtourism. Penyebab utama overtourism adalah penyebaran wisata yang tidak merata, regulasi yang lemah, dan infrastruktur yang kurang mendukung. Dampak dari overtourism meliputi degradasi lingkungan, ketimpangan ekonomi, serta melemahnya budaya Bali. Sebagai solusi terhadap overtourism, poster ini menawarkan konsep A.J.E.G.: • A (Alokasi Wisata Merata): Menyebarkan wisatawan agar tidak terkonsentrasi di satu wilayah. • J (Jagadhita Budaya): Menjaga kelestarian budaya Bali agar tidak tergerus oleh globalisasi. • E (Ekowisata Berkelanjutan): Melestarikan lingkungan dan mencegah kerusakan infrastruktur akibat pariwisata. • G (Gotong Royong Krama Bali): Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata.  +
Sebenarnya mengurangi jumlah sampah dalam kehidupan sehari hari butuh kesadaran extra dalam merealisasikannya. Yang kita ketahui, dalam aktivitas keagamaan khususnya Hindu di Bali sangatlah banyak menghasilkan sampah baik organik dan non organik. Seperti banten, sampah plastik, dan banyak lagi. Budaya memang sulit untuk dirubah, tapi dari sekarang kita bisa tumbuhkan kesadaran untuk mengurangi penggunaan sampah. Langkah pertama yang paling penting menurut saya adalah Menyediakan tempat sampah disudut yang bisa dijangkau. Baik itu berupa kantong sampah maupun tong sampah ( organik dan non organik ) Dan diikuti langkah langkah kecil diantaranya. 1. Mengganti sebisanya penggunaan sampah plastik di upacara keagamaan. Seperti contoh: penggunaan bokoran sebagai pengganti kantong plastik. Mengganti penggunaan plastik sekali pakai dengan toples sebagai wadah tirtha. 2. Limbah - Limbah upacara keagamaan baik organik maupun non organik bisa diolah atau didaur ulang kembali sebagai pewangi atau ekoenzim yang berguna maupun dapat dijual dimasyarakat Dengan cara seperti itu, kita sebagai umat hindu khususnya di Bali, dapat selalu menjaga alam maupun disaat upacara keagamaan. Jikalau sudah terlaksana, sampah-sampah akan berkurang dan tertata rapi. Dan kembali ke diri sendiri, butuh perhatian dan pengertian dari kita semua agar dapat menjaga kebersihan sekitar. Jikalau kita semua ingin sembahyang yang dengan nyaman dan baik, kita juga harus bijak dalam membuang sampah.  +
Seperti yang kita ketahui banyak sekali pemberitaan melalui internet mengenai wisatawan yang melanggar aturan saat libur Nyepi di Bali dan Jika ini terus terjadi maka dapat berdampak pada budaya dan tradisi Bali sehingga perlu pencegahan dengan cara membuat aturan tegas bagi wisatawan yang melanggar etika dan tradisi di Bali agar tidak lagi terjadi pelanggaran dan hilangnya tradisi di Bali, kemudian pengenalan mengenai adat dan tradisi di Bali mengenai apa saja yang tidak boleh dan boleh di lakukan bagi wisatawan asing agar dapat di pahami oleh wisatawan serta mengkoordinasikan kebijakan pariwisata secara holistik termasuk mengantisipasi dampak overtourism. mari kita jaga tradisi yang ada  +
Overtourism merupakan keadaan dimana melonjaknya jumlah wisatawan dalam suatu destinasi wisata. Hal ini memberikan dampak besar terhadap lingkungan seperti menyebarnya polusi plastik, pembangunan infrastruktur berlebih juga dapat menggangu habitat alami di suatu daerah. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penyuluhan secara menyeluruh terkait dengan pentingnya pariwisata berkelanjutan. Serta pengawasan ketat terhadap daerah-daerah destinasi wisata di Bali. Kesadaran para wisatawan, pengelola tempat wisata, serta pihak yang terkait sangat berpengaruh besar terhadap pariwisata berkelanjutan di Bali.  +
Konsep Tri Hita Karana mengajarkan kita untuk menjaga hubungan dengan Parahyangan,Pawongan dan Palemahan.Kita bisa menggunakan konsep ini dalam mengelola sampah upacara keagamaan. 1.Parahyangan:Mengatur upacara secara sederhana,mengurangi pemakaian barang sekali pakai. 2.Pawongan:Mengajak masyarakat semua membersihkan pura dan lingkungan. 3.Palemahan:Mengolah sampah organik menjadi pupuk,dan sampah non organik menjadi barang daur ulang. Dari diskusi ini,dapat disimpulkan bahwa kita semua harus aktif melakukan upaya untuk menanggulangi sampah dari upacara keagamaan.Oleh karena itu,kita dapat membentuk kelompok kerja atau komunitas yang menangani masalah ini,melakukan sosialisasi ke masyarakat,dan mengajak masyarakat untuk menggunakan barang-barang yang dapat didaur ulang.Kita harus mengingat konsep Tri Hita Karana dalam mengelola sampah upacara keagamaan.Karena jika bukan kita yang memulai menanggulangi sampah siapa lagi?  +
Dengan pengelolaan sampah di lingkungan pura, kita dapat memisahkan sampah, yaitu memisahkan sampah organik dan anorganik. Agar tidak ada sampah yang berserakan saat upacara, sebaiknya menyediakan tempat sampah yang baik. Tapi sebelum itu, kita harus juga memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan di lingkungan pura.  +
Sebaiknya pemerintah lebih menjaga keamanan terutama terhadap para wisatawan asing yang menetap atau singgah ke Bali, seperti melaporkan penetapan tempat tinggal sementara kepada ketua lingkungan atau kepala daerah setempat  +
Infografis ini membahas kemacetan di Ubud yang disebabkan oleh parkir tidak tertata, banyaknya wisatawan menggunakan kendaraan sewaan, serta kurangnya petugas di persimpangan. Solusinya termasuk pengelolaan parkir yang lebih baik, peningkatan transportasi umum seperti shuttle bus, dan penempatan petugas lalu lintas.  +