Property:Response text id
From BASAbaliWiki
I
Bali yang Kian Padat: Antara Pesona Wisata dan Kemacetan! Sudah Saatnya Beralih ke Transportasi Berkelanjutan!" +
Kemacetan di Bali semakin parah! Jalanan di kawasan wisata seperti Kuta, Seminyak, dan Canggu dipenuhi kendaraan, membuat waktu tempuh semakin lama dan udara semakin tercemar. Jika ini terus dibiarkan, Bali bisa kehilangan daya tariknya sebagai destinasi wisata yang nyaman dan indah.
Salah satu penyebab utama adalah wisatawan asing yang lebih memilih menyewa kendaraan pribadi, baik mobil maupun motor, sehingga jumlah kendaraan di jalan meningkat drastis. Sayangnya, infrastruktur jalan yang ada tidak cukup untuk menampung lonjakan ini.
Solusinya? Pemerintah harus segera mengembangkan transportasi umum yang nyaman dan efisien, seperti bus wisata atau kereta ringan. Selain itu, membatasi jumlah kendaraan sewaan dengan sistem kuota atau pajak khusus juga dapat membantu mengurangi kemacetan.
Sebagian orang mungkin berpikir bahwa membatasi kendaraan sewaan akan merugikan bisnis pariwisata. Namun, dengan sistem transportasi umum yang baik, wisatawan tetap bisa menikmati Bali tanpa harus terjebak macet.
Ayo dukung pengembangan transportasi umum dan bijak dalam memilih kendaraan saat berwisata di Bali! Dengan langkah ini, kita bisa menjaga Bali tetap nyaman, asri, dan bebas dari kemacetan. +
Sebaiknya pemerintah lebih menjaga keamanan terutama terhadap para wisatawan asing yang menetap atau singgah ke Bali, seperti melaporkan penetapan tempat tinggal sementara kepada ketua lingkungan atau kepala daerah setempat +
Infografis ini membahas kemacetan di Ubud yang disebabkan oleh parkir tidak tertata, banyaknya wisatawan menggunakan kendaraan sewaan, serta kurangnya petugas di persimpangan. Solusinya termasuk pengelolaan parkir yang lebih baik, peningkatan transportasi umum seperti shuttle bus, dan penempatan petugas lalu lintas. +
Sampah yang menumpuk di dalam tanah merusak ekosistem di dalam tanah dan menghambat pertumbuhan tanaman
Limbah Sungai atau Laut Mencemari Air dan Membahayakan Kehidupan Laut
Pembakaran sampah mengeluarkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan +
Sampah yang menumpuk di dalam tanah merusak ekosistem di dalam tanah dan menghambat pertumbuhan tanaman
Limbah Sungai atau Laut Mencemari Air dan Membahayakan Kehidupan Laut
Pembakaran sampah mengeluarkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan +
Infografis_Kenakalan Wisatawan
Banyak wisatawan asing yang mencontoh warga lokal yang berkendara secara ugal ugalan yang menyebabkan adanya kejadian yang tidak diinginkan. +
Infografis ini membahas kemacetan di Ubud yang disebabkan oleh parkir tidak tertata, banyaknya wisatawan menggunakan kendaraan sewaan, serta kurangnya petugas di persimpangan. Solusinya termasuk pengelolaan parkir yang lebih baik, peningkatan transportasi umum seperti shuttle bus, dan penempatan petugas lalu lintas. +
tidak wajib tetapi sangat baik diisi +
BALI MATANGI adalah sebuah istilah untuk merepresentasikan masyarakat Bali agar sadar dan semakin peduli terhadap budaya dan alam Bali. Apalagi Bali sebagai tempat tujuan wisata global dikarenakan kebudayaannya yang adiluhung dan alamnya yang begitu asri sehingga menjadikan para wisatawan tertarik datang ke Bali. Banyaknya wisatawan yang datang ke Bali, tentu membawa dampak positif dan negatif bagi kehidupan masyarakat Bali yang diibaratkan seperti pedang bermata dua. Usaha yang dapat kita untuk mengatasi pengaruh buruk pariwisata adalah melalui “MATANGI”. Dalam bahasa Indonesia, matangi memiliki arti bangun. MATANGI merupakan sebuah akronim, yang merupakan kpanjangan dari: M (Margiang awig-awig sané ketat: terapkan peraturan yang ketat), A (Adat tradisi miwah budaya patut kajunjung: Adat tradisi dan budaya dijunjung tinggi), T (Tincapang program ékowisata miwah diversifikasi déstinasi: tingkatkan brogram ekowisata dan diversifikasi destinasi), A (Ajak pawa wisatawané uning tata krama ring Bali: ajak para wisatawan agar tahu tata krama yang ada Bali), N (Nangun Kolaborasi sané becik, mawit saking pamerintah, krama bali, saha pelaku pariwisata: Bangun atau jalin kolaborasi yang saling bersinergi, baik itu dari pemerintah, masayarakat Bali,mauoun pelaku pariwisata), G (Gamel jati diri dados jadma Bali: perlihatkan identitas atau jati diri sebagai orang Bali), miwah I (Icén Pidanda utawi hukuman ring wisatawan sané nglanggar awig-awig tur tata krama sané wénten ring Bali: berikan sanksi atau hukuman bagi wisatawan yang melanggar aturan dan tata krama yang ada di Bali). Jadi, melalui program MATANGI ini, masyarakat Bali dapat tetap menjaga jati diri, melestarikan budaya Bali, dan mampu beradaptasi dengan dunia luar. +
Infografis - Overtourism Di Jagat Bali
Infografis ini menjelaskan dampak overtourism di Bali serta solusi untuk mengatasinya. Dimulai dengan latar belakang yang menguraikan pertumbuhan pesat pariwisata dan tantangan yang muncul, infografis ini juga menyoroti ketimpangan distribusi wisatawan, tingkat kriminalitas wisatawan asing, serta rendahnya okupansi hotel meskipun jumlah turis meningkat. Selain itu, ditampilkan pula data, fakta, serta solusi utama seperti pemerataan destinasi wisata, regulasi ketat, dan edukasi wisatawan untuk mendukung pariwisata yang lebih berkelanjutan. Dengan visual yang informatif dan ringkas, infografis ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara industri pariwisata, lingkungan, serta budaya lokal Bali. +
Bali yang terkenal di luar negeri oleh keindahan alam dan budaya bali, itu menyebabkan di bali banyak sekali wisatawan asing datang ke Bali. Oleh karena itu mari kita masyarakat Bali dan Pemerintah Bali bersama sama menjalankan usaha kita untuk mengajegkan Bali agar Bali tidak diracuni oleh Overtourism melalui " LAGAS" yang merupakan kepanjangan dari L ( Lebihin ngelibatan masyarakat lokal ring pengelolaan pariwisata : Lebih melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata), A (Atur jumlah wisatawan sane prasida ke Bali : Atur jumlah wisatawam yang akan datang ke Bali), G (Gaenang utawi benahin fasilitas-fasilitas umum utawi ningkatang infrastuktur baline : Buatkan atau perbaiki fasilitas fasilitas umum atau meningkatkan infrastruktur), A (Ajak Wisatawane edukasi wisata : Ajak wisatawan untuk edukasi wisata), S ( Stata nerapang pariwisata berkelanjutan : Selalu menerapkan pariwisata berkelanjutan). +
Bali memang banyak memiliki destinasi wisata. Tapi akhir akhir ini, bali mengalami overtourism. Banyak tempat wisata popular yang terlalu ramai pengunjung sehingga tidak nyaman untuk menikmati tempat wisata tersebut. Hanya destinasi wisata popular saja yang dikunjungi padahal banyak sekali destinasi alternatif yang masih sepi pengunjung dan indah untuk dinikmati. Dampaknya tak hanya dirasakan pada pengunjung, namun warga local juga merasa terganggu karena menyebabkan kemacetan ekstrem dimana-mana, polusi udara maupun sampah yang bertambah, kerusakan lingkungan sekitar, hingga ketimpangan ekonomi antara daerah popular dan terpencil. Perlu adanya informasi yang menarik, harga yang terjangkau dan akses jalan yang baik untuk ke destinasi alternatif agar tidak overtourism di destinasi popular saja. dengan Langkah ini semoga bali bisa menjadi pariwisata berkelanjutan dan layak dikunjungi +
Overtourism menjadi salah satu permasalahan penting yang ada di Bali, terutama di daerah Bali Selatan. Salah satu penyebab terjadinya hal tersebut adalah Pembangunan infrastruktur yang tidak merata antara satu daerah dengan daerah lainya. Hal tersebut menyebabkan hanya salah satu daerah yang ada di Bali mengalami kepadatan wisatawan mancanegara. Berdasarkan kutipan VALIDNEWS.ID, Kepala Dinas Kabupaten Buleleng juga mengakui ketimpangan infrastruktur antara Bali Selatan dengan Bali Utara. Jika pemerintah tidak melakukan perataan infrastruktur di seluruh daerah Bali, maka Bali Selatan akan terus mengalami overtourism, dan menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial. Pembangunan ini bisa dilakukan secara bertahap dan terencana, serta disesuaikan dengan karakteristik dan daya dukung daerah tersebut. Ini akan memastikan bahwa pembangunan tidak merusak keaslian alam dan adat istiadat, serta tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Kita butuh Bali yang adil, bukan Bali yang timpang! Jangan biarkan kesenjangan sosial terus terjadi. Mari wujudkan Bali yang merata dan sejahtera! +
1.benahi infrastruktur :dengan cara membangun badar udara (bandara) internasional di wilayah Bali bagian utara karena di Bali baru ada satu bandara yaitu di wilayah Bali bagian selatan yang menyebabkan membludaknya para wisatawan asing yang lebih banyak berdatangan di wilayah Bali bagian selatan seperti kuta serta perkembangan ekonomi di wilayah Bali bagian utara sangat kurang seperti daerah Lovina ,singaraja dan pembangunan bandara baru di Bali bagian utara akan membantu mengembangkan fasilitas pariwisata dan ekonomi di kawasan wilayah bagian utara akan lebih berkemban.overtourism juga bisa muncul karena wisatawan yang dianggap mengganggu oleh masayarakat setempat.alasannya wisatawan mancanegara (wisman) tak mengindahkan aturan atau budaya yang sudah berlaku di Bali sehingga membuat masyarakat merasa dirugikan dengan kehadiran wisatawan”perlu aturan yang ketat dan konsisten mengenai pelanggaran etika atau pelanggaran kriminal yang dilakukan wisatawan” +
Membuang sampah plastik sembarangan dan menggunakan barang sekali pakai berlebihan bisa menjadi permasalahan , dalam upacara adat di pura.terutama sampah plastik sulit terurai bisa mencemari lingkungan dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia dan mahluk hidup lainnya . Bagaimana cara untuk menangani sampah plastik di pura!!!
1.panitia harus menyediakan tempat sampah organik dan anorganik di sekitar pura supaya pemedek membuang sampah pada tempatnya
2.pemedek dilarang menggunakan plastik kresek untuk membungkus canang dan bunga .pemedek bisa menggunakan daun pisang untuk membungkus canang dan bunga untuk sembahyang ,biar cepet membusuk
3.pemedek bisa membawa tempat tirta yang bisa dipakai kembali, supaya tidak menggunakan plastik
4.mengajak pemedek untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik dan tempat sekali pakek
5.Mengajak masyarakat untuk mendaur ulang sampah organik dan anorganik. sampah organik seperti sisa makanan dan daun dapat diolah menjadi pupuk sedangkan sampah anorganik ada yang masih bernilai jual dan ada tidak dapat dimanfaatkan. +
sampah itu bisa membuat pura tidak bersih,jelek dimata orang,tidak nyaman untuk persembahyangan,jadi kita harus menjaga kebersihan dan mengurangi sampah yang terutama plastik,mungkin dengan cara jika warga yang akan melakukan persembahyangan tidak boleh membawa barang yang beralas plastik atau bertempat plastik,dan pedagang yang berjualan disekitar areal tempat tersebut agar tidak menggunakan alas plastik seperti kresek atau pun yang lain nya +
J
Langkah untuk menuju ramah lingkungan tidaklah mudah untuk dilakukan bersama. Salah satu hal yang sering terjadi yaitu sampah yang menumpuk saat upacara keagamaan terutama pada tempat persembahyangan atau pura besar dibali. Cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah yang menumpuk di pura yaitu dengan adanya progam edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk lebih bertanggung jawab atas sampah yang mereka tinggalkan di pura tersebut. Edukasi bisa dilakukan dengan cara membuat konten konten kreatif mengenai isu lingkungan dan membagikan artikel-artikel yang mungkin bisa dijadikan sebagai panduan untuk masyarakat. Selain itu, perhatian masyarakat terhadap lingkungan sekitar sangatlah diperlukan untuk menjaga kelestarian lingkungan agar tetap bersih, nyaman dan asri. +
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Oktober 2024, ada lebih dari 5,3 juta wisatawan yang datang ke Bali, meskipun bisa dipandang sebagai hal yang positif. Namun, ada dampak negatif yang harus dibayarkan. Menurut saya cara yang tepat dalam mengatasi masalah ini adalah dengan mengontrol jumlah wisawatan yang masuk dengan mengubah citra Bali menjadi tujuan wisata yang eksklusif dan berkualitas. Pembatasan memang dapat menurunkan pendapatan ekonomi lokal. Namun, jika overtourism dibiarkan tanpa batas, Bali justru akan mengalami kerusakan yang lebih merugikan di masa depan. Mari bersama-sama cegah overtourism, ubah citra Bali di mata dunia menjadi wisata yang berkualitas. +
K
KERTHI SmartTourism: Inovasi Transformasi Berupa Aplikasi untuk Mengatasi Overtourism demi Mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali +
Overtourism merupakan kondisi yang dimana terjadi lonjakan wisatawan secara drastis di suatu daerah pariwisata sehingga melebihi batas pengunjung. Hal ini pun terjadi di Pulau Bali, Indonesia. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan akibat "overtourism" di Bali. Bali menghadapi tantangan overtourism di beberapa destinasi populer seperti Kuta dan Ubud sementara daerah lain kurang berkembang. Akibatnya, terjadi kemacetan dan tekanan berlebih pada infrastruktur serta lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan solusi cerdas yang mampu mengelola arus wisatawan secara lebih seimbang. KERTHI SmartTourism hadir sebagai solusi inovatif berbasis AI dan Blockchain untuk mendistribusikan wisatawan secara lebih merata dan mendukung ekowisata. AI berfungsi untuk menganalisis kepadatan wisatawan secara real-time dan mengalihkan mereka ke destinasi yang lebih sepi agar wisatawan tidak menumpuk di satu tempat. Blockchain digunakan untuk mengelola kuota pengunjung dengan tiket digital serta memastikan transparansi dan keamanan data. Dengan teknologi ini, dampaknya dapat mengurangi kemacetan, meningkatkan ekonomi lokal, dan memastikan pariwisata yang lebih hijau. +