Property:Response text id
From BASAbaliWiki
T
Menurut saya sampah sisa Yadnya yang dihasilkan di pura-pura, seperti sampah organik berupa bunga, daun, dan kelapa yang sudah dipakai dalam upacara canang, bisa diolah menjadi kompos. Kompos tersebut dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk memelihara tanaman di halaman. Cara mengolahnya sederhana, sampah organik tersebut dikumpulkan, diberikan tempat, dan dibiarkan hingga membusuk dan berubah menjadi kompos. Contohnya, di sekolah saya ada tempat penyimpanan sampah yang dinamakan "Taman Sari". Taman Sari tersebut dibuat seperti kolam yang kedalamannya 2 meter, dengan diameter kurang lebih 1 meter. Kemudian dindingnya dipasangi buis atau beton. Kolam tersebut ditutup dengan lempengan beton, namun ditinggalkan lubang kecil untuk memasukkan sampah. Sampah organik yang dimasukkan ke sana akan membusuk menjadi kompos. Tempat ini juga berfungsi sebagai area resapan air, sehingga saat hujan, airnya tidak akan menggenang atau menyebabkan banjir. +
Yen care janine luas di bali utamane daerah ane kelodan iraga suba biasa ngasanin kebuse ngaap, pejalan motore adeng adeng kadang bisa ngoyong ulian macet, yen care anake ngorahang ulian baline jani liunan toris yen care tiang upaya ane ngidang anggon nepasin kobet'e ene pemerintah apang ngewangun pariwisata nganutin konsep tapak dara, kaja kelod kangin kauh pada asah, Bali liu ngelah tongos ane melah melah Bali liu ngelah budaya ane unik unik. +
temen temen tahu ga, bumi sekarang banyak banget sampah yang merusak alam bali terutama sampah plastik dan organik. menurut survei umat hindu bali kalo lagi odalan bisa menghasilkan 10 kilo sampah canang, lungsuran buah dan bunga. di pura atau pantai banyak sampah canang berntakan. karena itu seharusnya ada teba modern disetiap rumah dan banjar sendiri atau pura. teba modern itu nanti sisa canang dimasukan kedalam teba yg sudah dicacah sehingga bisa menjadi kompos. sisa buah itu nanti bisa dijadikan eco enzym yg bisa membantu pencemaran air di sungai. sampah plastik wadah canabg bisa diganti dengan besek, sokasi atau daun pisang. semua itu sejalan dengan ajaran tri hita karana yg berarti keharmonisan bersama antar sesama, lingkungan dan tuhan. oleh karena itu para pemuda dan masyarakat bali ayo lestarikan bumi bali bersama sama. +
Om Swastiastu.Terima kasih atas waktu yang diberikan kepada saya, izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama saya Ni Made Naomi Verlina Dewi salah satu perwakilan dari SMA Negeri 2 Sukawati akan memaparkan pendapat saya terkait pertanyaan di atas. Jadi sebelum memberi pendapat terkait detoksifikasi racun overtourism di Bali mari kita cari tahu apa itu overtourism. Overtourism atau kunjungan berlebihan wisatawan di suatu wilayah yang bisa menyebabkan wilayah tersebut mengalami tingkat kesibukan yang cenderung tinggi. Overtourism bisa terjadi karena gelombang wisatawan yang mengunjungi suatu destinasi meningkat pada masa tertentu, misalnya saat liburan nasional dan liburan panjang. Overtourism ini memiliki dampak negatif yaitu dapat mengganggu ketenangan dan kenyamanan warga lokal karena terkadang ada wisatawan yang tidak patuh dengan hukum yang berlaku di Bali bahkan Indonesia. Jadi bagaimana cara kita mencegah overtourism di Bali?. Caranya adalah dapat dengan membenahi infrastruktur, membuat aturan ketat bagi wisatawan, dan mengatur distribusi wisatawan antardaerah. Lalu masuk ke pendapat saya, bagaimana cara mendetoksifikasi racun overtourism di Bali? Menurut pendapat saya cara untuk mendetoksifikasi racun overtourism di Bali dapat dilakukan dengan cara menindak tegas para wisatawan yang bertindak semena mena, agar dapat menimbulkan efek jera bagi wisatawan yang tak patuh aturan. Yang kedua melakukan penjagaan ketat di sejumlah destinasi wisata, hal ini dilakukan untuk mencegah kejahatan yang dilakukan oleh wisatawan. Dan terakhir menambah fasilitas di destinasi wisata, hal ini dilakukan agar overtourism tidak terjadi dan tempat wisata bisa menampung lebih banyak wisatawan. Jadi mungkin itu sekiranya pendapat yang bisa sampaikan kali ini. Mohon maaf jika ada kesalahan kata yang disengaja ataupun tidak disengaja. Sekali lagi terima kasih dan saya tutup dengan Parama Santih. Om, Santih, Santih, Santih, Om. +
Gotong royong sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga masyarakat Bali dalam melaksanakan upacara agama yang diadakan di pura atau rumah. Namun, saat ini banyak sampah di area upacara, terutama sampah plastik. Cara yang perlu dilakukan untuk mengurangi limbah harus dilakukan dengan mengikuti prinsip Tri Hita Karana. Kita bisa menyediakan sesaji yang menggunakan bahan alami dan menghindari bahan plastik. Untuk tempat sesaji, wadah alami bisa menggantikan plastik. Kantong plastik yang digunakan sebaiknya tidak digunakan, dan sebaiknya tidak memakai plastik polibag saat upacara. Kita juga bisa mengajak untuk berkeliling dengan membawa wadah pribadi yang bersih. Dengan demikian, kita bisa berusaha mengurangi limbah di area upacara seperti ini, sambil menjaga keharmonisan agar tetap terjaga. +
Pura merupakan tempat suci bagi umat yang beragama hindu dan merupakan tempat ibadah bagi 3.71 juta penduduk yang beragama hindu yang tinggal di bali. Sayangnya dengan 3.71 juta penduduk 60% sampah yang dihasilkan merupakan sampah yang berasal dari pura. Banyak masyarakat yang kurang paham dan kurang peduli dengan sampah yang ditimbulkan dari upacara yang dilakukan di pura. Banyak yang hanya mengabadikan dirinya telah berbakti kepada ida sang hyang widhi wasa dalam kaca media sosial namun, melupakan untuk menjaga keharmonisan dengan alam, dan hal ini yang menyebabkan pudarnya tri hita karana (tiga penyebab keharmonisan). Dalam masalah ini tentu memiliki penyelesaian, yakni dengan cara melakukan 3R (Reuse, Reduce, Recyle)
1.Reuse, menggunakan kembali tempat tirta, besek pejati
2.Reduce, mengurangi/ melarang penggunaan plastik di pura
3.Recycle, mendaur ulang sampah organik menjadi pupuk kompos
Tentunya untuk keberhasilan ini perlu inisiatif diri sendiri akan masalah sampah ini untuk mengembalikan tri hita karana di lingkungan kita. +
"Desa Besakih, desa yang suci dan asri, terletak di kaki Gunung Agung. Setiap hari, masyarakat Hindu di sini melaksanakan beberapa upacara keagamaan di pura, sebagai rasa syukur ke hadapan Tuhan YME, alam dan leluhurnya. Upacara ini selalu dihiasi dengan beberapa persembahan, bunga, daun kelapa dan buah-buahan. Namun, di akhir kesucian upacara itu, ada masalah yang sering dilupakan yaitu sampah.
Setelah usai upacara, bunga yang layu, daun yang kering dan sisa makanan menjadi limbah organik yang harus cepat dikelola. Di tempat ini perjuangan tim satuan pengelolaan sampah Desa Besakih dimulai. Mereka bekerja dengan dedikasi melestarikan kesucian alam sambil memastikan sampah yang berasal dari keluarga dan pura-pura tersebut dikelola dengan baik.
""Setiap hari, truk sampah mengitari desa, mendatangi setiap rumah dan tempat persembahyangan, mengumpulkan sampah organik dan anorganik"". Tidaklah dari rumah saja, tetapi juga dari pura-pura yang menyumbangkan sampah dari persembahan setiap hari. ""Sampah ini dipindahkan ke TPS3R yakni Situs Penolahan Sampah, Mengurangi, Memakai Kembali, Daur Ulang"".
""Di TPS3R, tim tersebut sangat rajin mengelompokkan sampah organik dan anorganik"". Sampah organik terutama bunga dan daun-daunan diolah menjadi kompos, selanjutnya sampah anorganik dipisah sesuai jenisnya untuk didaur ulang. ""Perjalanan ini tidak mudah, tetapi tim ini bekerja tiada henti, agar dapat melestarikan lingkungan sambil menjaga nilai-nilai spiritual yang sangat terkenal oleh umat Hindu di sini"".
""Manfaat dari rajin mengambil pekerjaan ini adalah kompos yang selanjutnya akan digunakakan kembali mengurai tanah, menanam pohon dan menjaga lingkungan agar asri"". Usaha ini adalah bagian dari siklus hidup yang saling berkaitan dar memanfaatkan alam hingga mengembalikan manfaat ke alam.
""Dengan semangat gotong-royong dan ingat dengan pentingnya menjaga alam, tim satuan pengelolaan sampah di Desa Besakih terus berjuang"". Ia tidaklah mengumpulkan sampah saja, tetapi juga menjaga kerukunan diantara manusia, alam, dan spiritualitas. Ia hanya pahlawan yang tidak terkenal, yang bekerja setiap hari sehingga Desa Besakih tetap suci dan bersih, menjaga keseimbangan hidup dan alam.""
""Dari rumah, dari pura, sampai TPS3R- semua sebagai bagian dari usaha suci menjaga alam kita.""
"
Om swastiatu
SISA BUNGA
Sampah Keagamaan tentunya cukup banyak dan berbagai jenis.Salah satu contoh sampah keamanan adalah bunga. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar sampah sisa yang mungkin terlihat biasa saja,kita olah menjadi hal yang bermanfaat untuk kita bersama dan yang paling utama bisa menjaga lingkungan agar tetap bersih,Jadi menurut saya sendiri,Cara Kita Mengurangi Sampah Dalam Kegiatan Keagamaan Adalah
1. membuang bunga sisa sembahyang kita pada tempat sampah/tempat yang sudah di sediakan
2. Tidak menggunakan Plastik untuk tempat bunga,bisa di ganti dengan wadah lain yang lebih ramah lingkungan, contoh nya seperti wadah ulatan dll
3. Mengumpulkan sampah bunga untuk di jadikan pupuk kompos yang cukup bermanfaat sebagai pupuk tanaman
Sekian yang bisa saya sampaikan,mohon maaf jika ada salah kata.terimakasih
Om Shanti Shanti Shanti Om +
Sampah juga menjadi permasalahan besar di Bali yang dapat merusak lingkungan dan dunia pariwisata. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah bisa menyebabkan pencemaran, menimbulkan masalah kesehatan, serta menghilangkan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, kita harus membangun kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dengan baik. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Bali menghasilkan sekitar 3.800 ton sampah per hari pada tahun 2022, yang sebagian besar berasal dari wilayah perkotaan dan tempat wisata.
Sampah tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena kita memiliki kewajiban untuk menjaga kesucian dan kebersihan bumi ini. Agar sampah bisa dikelola dengan baik, kita harus menerapkan pengelolaan yang tepat. Misalnya, sampah plastik masih bisa didaur ulang, dan masyarakat diajak untuk menjaga lingkungan dengan menerapkan program 3R: Mengurangi, Menggunakan Kembali, dan Mendaur Ulang sampah yang ada. Kita juga harus menggunakan tempat sampah terpilah, serta melaksanakan upacara-upacara pembersihan secara spiritual dan fisik. +
Berbicara mengenai sampah, hal ini merupakan sesuatu yang tidak asing bagi kita. Kita sebagai generasi muda, perlu memiliki upaya untuk mengatasi permasalahan sampah khususnya di Bali. Bali merupakan salah satu pulau dengan aktivitas keagamaan yang padat. Yang pertama bisa dengan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pemnafaatan media vlog atau pun video yang diunggah di media sosial sehingga menambah pengetahuan masyarakat mengenai dampak sampah kepada lingkungan sekitar. Yang kedua dengan menetapkan suatu aturan di lingkungan tertentu, seperti mengurangi penggunaan sampah plastik. Yang ke 3 dibagian pengelolaan, bisa dengan membangkitkan kreativitas masyarakat, dengan cara mendaur ulang sampah menjadi barang yang berguna. Sehingga, hal ini bisa dijadikan modal usaha. +
Pulau Bali, sudah terkenal ke manca nagara yang bernama "Pulau Dewata " atau Pulau Seribu Pura. Sebaga Pulau Seribu Pura, bali tidak lepas dengan yang namanya upacara Dewa Yadnya seperti Piodalan dan Karya Agung di Pura. Jika berbicara tentang keasrian Pulau Bali memang sudah terkenal dari dulu, namun sekarang sudah jauh berbeda. Banyak terdapat sampah plastik di arel Pura dan di pinggir jalan.
Sampah plastik adalah sisa barang yang sudah tidak berguna dan susah sekali terurai. Karena susah terurai, banyak orang yang membuang sampah sembarangan tidak pada tempatnya, itu yang menyebabkan keasrian pulau Bali semakin melemah, dan menjadi masalah dari dulu hingga sekarang. Jika tidak segera ditangani pasti akan menjadi bencana besar.
Kita sebagai pemuda dan calon pemimpin bali dimasa depan seharusnya dari sekarang harus melaksanakan yang namanya "Membuang JaLa".Membuang sampah pada tempatyang tepat, Menjaga kelestarian lingkungan, dan Melestarikan yang menjadi budaya kita untuk melaksanakan upacara yadnya. +
Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi pandangan tentang bagaimana upaya kita untuk mengurangi kebodohan dalam kegiatan keagamaan. selain karena faktor pariwisata, persembahyangan di Pura juga turut berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah sampah di Bali, sisa sampah upacara adat seperti bunga, daun, dan buah, serta plastik, Menjadi penyumbang terbesar produksi sampah di bali. Dari permasalahan tersebut saya mempunyai beberapa pendapat yang bisa menjadi solusi dari permasalahan sampah hasil aktivitas keagamaan,
1. Melarang penggunaan plastik untuk persembahan di pura dan beralih ke bahan yang dapat digunakan kembali.
2. Mengolah sampah organik dari aktifitas keagamaan menjadi pupuk pertanian untuk mengurangi jumlah sampah dan mendukung pertanian.
3. Menyediakan lebih banyak tempat sampah di pura untuk memudahkan masyarakat membuang sampah pada tempatnya.
4. Membangun TPA khusus untuk sampah kegiatan keagamaan agar dapat dikelola dan diproses dengan lebih baik. +
kita harus membersihkan rumah kita setiap hari agar tidak kotor, dan selalu bersih +
Dampak dari overtourism bagi masyarakat bali sangat banyak salah satunya adalah gaya hidup,jika ada banyaknya masyarakat luar yang masuk ke bali ,biaya hidup untuk masyarakat bali mungkin akan meningkatkan untuk tahun mendatang,untuk menghindari hal ini perlu kesadaran dari masyarakat bali,dan wisatawan juga perlu bertanggung jawab. +
Sampah yang ditemukan di lokasi upacara dapat mengganggu kesucian dan makna dari ritual keagamaan yang dilaksanakan.
Sampah yang berserakan di area pura mengurangi kenyamanan dan keindahan, sehingga umat merasa tidak nyaman beribadah.
Tanggung jawab umat untuk menjaga kebersihan di tempat suci menjadi terhambat, yang berdampak pada pelaksanaan praktik keagamaan.
Ajaran agama yang mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan bisa menjadi tidak efektif jika tindakan menjaga kebersihan tidak diterapkan.
Sampah di Gunung Batur dapat menimbulkan stigma negatif terhadap komunitas lokal, yang dianggap tidak peduli terhadap lingkungan dan nilai-nilai keagamaan. +
Bali adalah salah satu destinasi wisata paling populer di dunia, dan kedatangan wisatawan asing telah membawa dampak besar terhadap perkembangan pariwisata di pulau ini. Pengaruh orang asing dalam industri pariwisata di Bali dapat dilihat dalam beberapa aspek utama, seperti ekonomi, budaya, dan lingkungan.
1. Dampak Ekonomi
Kehadiran wisatawan asing memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Bali. Bisnis perhotelan, restoran, agen perjalanan, dan berbagai usaha lainnya berkembang pesat berkat tingginya jumlah wisatawan. Selain itu, banyak orang asing yang berinvestasi di sektor properti dan bisnis pariwisata, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Namun, ada juga tantangan seperti meningkatnya harga tanah dan properti, yang membuat masyarakat lokal sulit memiliki tanah sendiri.
2. Dampak Budaya
Budaya Bali yang unik dan kaya sering menjadi daya tarik utama bagi wisatawan asing. Namun, interaksi antara budaya lokal dan budaya asing menyebabkan berbagai perubahan. Beberapa tradisi Bali mulai beradaptasi dengan selera wisatawan, misalnya dalam seni pertunjukan, kuliner, dan festival. Sementara itu, modernisasi yang dipengaruhi oleh gaya hidup asing kadang menggeser nilai-nilai tradisional masyarakat Bali, seperti cara berpakaian dan gaya hidup konsumtif.
3. Dampak Lingkungan
Peningkatan jumlah wisatawan asing juga berdampak pada lingkungan Bali. Penggunaan sumber daya yang berlebihan, seperti air dan energi, serta meningkatnya limbah plastik dan polusi menjadi tantangan besar. Selain itu, pembangunan infrastruktur pariwisata yang pesat sering kali mengorbankan lahan hijau dan ekosistem alami.
Meskipun ada dampak positif dan negatif, keberadaan orang asing dalam pariwisata di Bali tetap menjadi faktor penting dalam perkembangan ekonomi dan budaya pulau ini. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara pertumbuhan industri pariwisata dan pelestarian budaya serta lingkungan agar Bali tetap menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan.
Sebaiknya kesadaran warga Bali lebih tegas dalam menjaga kelestarian Bali, bukan hanya berfokus pada mencari keuntungan dari wisatawan. Pemerintah juga harus tegas terhadap turis yang merusak budaya Bali dengan langsung memasukkan mereka ke daftar hitam atau mengembalikan mereka ke negara asalnya.
Selain itu, promosi pariwisata perlu diperluas ke daerah selain Kuta, Seminyak, dan Ubud. Contohnya, mengembangkan pariwisata di Bali Timur atau Bali Utara. Selain itu, kampanye edukasi "Bali yang Asli" perlu diperkenalkan kepada wisatawan agar mereka lebih menghormati adat, budaya, dan lingkungan.
Ekowisata dan desa wisata harus lebih diperhatikan agar turis dapat menikmati Bali tanpa merusak alam dan budaya. Over-tourism di Bali menyebabkan peningkatan sampah plastik jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, hotel, restoran, dan bisnis lokal wajib menerapkan konsep ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik dan menggunakan energi yang lebih berkelanjutan. +
kemacetan di bali semakin memadat dikarenakan oleh jumblah kendaraan yang meningkat. jika masalah ini di sepelekan dan tidak ditangani diprediksi bahwa dalam kurun waktu yang mendatang lalu lintas bali akan lumpuh.
solusi untuk masalah ini yang dapat kita lakukan adalah menggunakan transportasi umum seperti bus, dan meningkatkan layanan bus +