Property:Response text id

From BASAbaliWiki
Showing 20 pages using this property.
T
Pesan ini menekankan pentingnya menjaga kesucian dan kebijaksanaan dalam menjalankan upacara agama Hindu dengan cara yang ramah lingkungan. Dalam konteks ini, penggunaan bahan-bahan alami seperti daun kelapa, bunga, dan pelepah dianjurkan sebagai sarana upacara, sementara bahan yang tidak ramah lingkungan seperti plastik perlu diganti dengan alternatif yang lebih berkelanjutan, seperti mangkuk cendana atau wadah bambu. Lebih baik lagi, sisa-sisa upacara seperti bunga dapat dijadikan kompos untuk pupuk organik. Selain itu, edukasi kepada masyarakat agar tidak mengabaikan lingkungan saat melaksanakan upacara sangat penting, karena praktik ini merupakan bagian dari bakti terhadap Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (diri individu).  +
Menurut saya ada banyak cara kita untuk mengurangi sampah dalam aktivitas keagaaman yaitu: 1. Menggunakan tempat yang bisa di bawa pulang atau digunakan lagi seperti bokor, jngka,sangku, dan tempat bunga yang terbuat dari bambu 2. Membawa pulang sampah yang sudah di gunakan seperti bunga, dupa dan canang 3. Tidak menggunakan plastik atau daun untuk tempat bunga karena sudah ada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 Tahun 2018 tentang larangan menggunakan kantong plastik, styrofoam, kresek dan sedotan plastik 4. Apa bila kita membeli makanan atau minuman sebaiknya sampahnya di bawa pulang 5. Menggunakan tas belanja saat membawa alat persembahyangan yang banyak 6. Membawa tempat makanan mandiri daripada kembali makanan yang menggunakan plastik saat tirta yatra yang jaraknya jauh  +
Sampah di kelas berserakan di mana mana dikarenakan sampah ini berasal dari para siswa yang suka berbelanja ke kantin tapi malas untuk membuang nya ke tempat sampah sehingga sampah berserakan di kelas saran dari saya adalah bukan mendaur ulang atau menekan kan membuang sampah pada tempatnya karena kurang nya kesadaran dari para siswa nah saran dari saya adalah menggunakan wadah yang dibawa dari rumah ataupun membawa wadah ke kantin sehingga mengurangi ini adalah jalan utama jika sudah terlalu banyak di ingat kan tapi kurangnya kesadaran maka kunci nya adalah mengurangi lah jawaban yang tepat menurut saya  +
semakin hari, pariwista khususnya di bali semakin berkembang pesat termasuk jumlah wistawan yang meningkat drastis. Pariwisata memang merupakan salah stau pusat ekonomi terbesar namun ini juga membawa ancaman bagi warga Bali. dari pernyataan ini, banyak sekali masalah yang ditimbulkan salah satunya Wisatawan Yang Berlebih. Kemacetan, Kerusakan, dan pergeseran budaya bali menjadi bukti nyata dari dampak negatif yang di timbulkan dari wisatawan yang berlebih. pemerintah sudah melakukan berbagai hal seperti Memperkuat pengaturan jumlah wisatawan yang datang ke suatu destinasi wisata pada waktu yang bersamaan. sebagai generasi muda tentunya kita tidak memungkinkan untuk menolak para wisatawan sehingga langkah kecil dengan menciptakn inovasi berbasis budaya seperti membuka komunitas wisata yang dapat membantu wisatawan di bali.  +
Membuang sampah pada tempatnya  +
Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sampah adalah dengan yang pertama yaitu Membuat peraturan larangan tidak boleh membuang sampah sembarangan. Yang kedua, di pura seharusnya di sediain tempat sampah organik dan non organik. Yang ketiga adalah memberikan sanksi kepada warga yang melanggar aturan. Yang paling utama yaitu pemerintah membuat aturan yang tidak memperbolehkan menggunakan plastik.  +
O  +
Keindahan pulau dewata Bali semakin terancam akibat pengaruh pariwisata. Walaupun pariwisata memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian Bali, akan tetapi membludaknya wisatawan di Pulau Bali dapat menyebabkan kerusakan baik lingkungan dan budaya yang ada atau sering disebut dengan overtourism. Sebagai generasi muda, kita harus mengembangkan aksi nyata agar dapat menyelamatkan pulau dewata dengan bantuan muda mudi disetiap banjar untuk melakukan kegiatan pemeliharaan lingkungan setiap pertemuan seperti Bersih – bersih lingkungan setempat, mengembangkan dan mempelajari budaya bali dan lain sebagainya. Selain itu bantuan dari pemerintah juga sangat diperlukan, seperti memberikan aturan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke bali dan memberikan sangsi jika dilanggar. Tidak hanya itu, pemerataan daerah pariwisata juga sangat perlu agar tidak terjadi penumpukan di satu tempat saja dan dengan tetap mempertahankan keindahan alam bali sekaligus budaya yang ada. Overtourism memang tidak dapat di hilangkan, akan tetapi dapat di batasi dengan berbagai cara agar tidak sampai merusak keindahan pulau Bali.  +
Om Swastyastu, terima kasih atas waktunya, menurut pemikiran dan pendapat saya, mengenai masalah "Bagaimana Caranya Supaya Pariwisata di Bali tidak Meracuni", yaitu yang pertama, kita sebagai masyarakat Hindu Bali sudah sepantasnya mempertahankan dan melestarikan Adat, Budaya, dan Agama kita, khususnya para generasi muda. Yang Kedua, kepada para pejabat Adat, Dinas, Kemanan, begitu juga masyarakat semuanya, supaya selalu siap dan waspada menjaga keadaan wilayahnya, juga terhadap kedatangan para wisatawan di Bali. Yang Ketiga, di setiap wilayahnya masing-masing harus mempunyai aturan yang pasti mengenai Pariwisata. Menurut saya, kalau sudah bisa menerapkan seperti yang disebut tadi, sudah tentu Pariwisata tidak akan meracuni di Bali. Ya begitulah menurut pendapat saya, Kurang Lebihnya saya minta maaf, Om Shanti, Shanti, Shanti, Om. Terima Kasih.  +
Pariwisata  +
Macet dimana-mana wisatawan manca negara menumpuk. Daerah pariwisata yang berpusat hanya dibeberapa daerah menjadi penyebabnya. Meratakan pembangunan tempat pariwisata di berbagai tempat bisa menjadi solusi, bisa juga melakukan promosi terhadap tempat pariwisata di daerah lain yang kurang sorotan sehingga pilihan destinasi wisatawan lebih bermacam dan tidak berpusat pada satu daerah. Data mengatakan hanya daerah Bali selatan yang banyak didatangi wisatawan, khususnya canggu, ubud, Kuta, Seminyak. Sedangkan daerah lainya tidak mendapatkan perhatian dari wisatawan. Jika wisatawan hanya ingin pusat pariwisata di daerah itu itu saja, itu malah akan berdampak kepada kenyamanan wisatawan yang sedang berlibur, karena terlalu ramai dan tidak nyaman. Pemerintah bisa membangun tempat tempat pariwisata di daerah yang sepi pengunjung dan juga mengarahkan wisatawan ke tempat pariwisata yang kurang dapat perhatian. Sehingga wisatawan bisa memilih berbagai macam destinasi dan tidak ada lagi kepadatan wisatawan di satu daerah .  +
Turis di Bali ini sangat meresahkan, karena bisa membuat budaya dan krama Bali jadi rusak dan tercemar.  +
Bali memiliki berbagai objek wisata alam yang indah dan keunikan budaya yang menarik wisatawan. Namun, saat ini hal itu menyebabkan maraknya turis yang menetap di Bali, sehingga menimbulkan beberapa masalah seperti peningkatan turis asing yang menetap dan bekerja secara ilegal di Bali. Tanpa adanya peraturan dan regulasi pemerintah yang tegas, hal ini tentu akan menjadi masalah serius. Hal ini dapat dilihat dari berita yang beredar mengenai over tourism seperti adanya Kampung Rusia dan WNA Jerman yang memiliki 34 sertifikat tanah. Data menunjukan bahwa kota dengan regulasi yang tegas seperti membatasi jumlah wisatawan, melakukan deportasi kepada turis, dan memberikan pengawasan kepada para turis yang berkunjung, maka akan menjadi solusi yang baik untuk masalah over tourism, jika hal ini dilakukan dengan konsisten seperti dikota kota besar lainya. Ini merupakan masalah serius! Jangan dibiarkan saja, tidak boleh takut terhadap turis asing, kita harus peduli!  +
Bali yang terkenal dengan seribu pura nya, sekarang malah menjadi seribu wisatawan.Alasan overtourism menjadi meresahkan tidak terlepas dari penggunaan kendaraan bermotor.Sewa kendaraan bermotor menjadi alternatif mereka dalam menjelajahi pulau indah ini.Menurut data dari Polda Bali, tercatat ada lebih dari 171 WNA yang melanggar ketertiban lalu lintas.Mulai dari berkendara ugal-ugalan, tidak memakai helm dan memakai pelat palsu.Hal ini menjadi alasan, mengapa Bali harus memperketat peraturan mengenai transportasi pariwisata.Jika terus seperti ini,hilanglah predikat Bali sebagai pulau yang nyaman,indah dan damai.Para pemilik sewa perlu membuat suatu program untuk mengadakan pelatihan kepada para turis asing dan memberikan sertifikat pelatihan setelahnya.Dukungan dari kita semua diperlukan untuk menjaga bali tetap menjadi bali.Jangan jadikan bali sebagai taruhan hanya untuk keuntungan semata.  +
Overtourism yang terjadi di Bali butuh pendekatan berkelanjutan. Pertama, mempromosikan wilayah kurang dikenal seperti Desa Undisan, yang menawarkan pengalaman budaya dan alam otentik, mengurangi tekanan di destinasi populer. Kedua, mengembangkan pengelolaan wisata seperti eco-cycling, agrowisata, dan seni tradisional, sehingga wisatawan lebih tersebar. Ketiga, menerapkan regulasi ketat dengan membatasi jumlah kunjungan di destinasi tertentu untuk menjaga kelestarian alam dan budaya. Keempat, mengedukasi wisatawan tentang pariwisata yang bertanggung jawab, misalnya dengan mendukung produk lokal dan menghormati tradisi. Terakhir, membangun infrastruktur ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif pariwisata massal. Dengan strategi ini, Bali bisa menjaga keasrian dan keunikan budayanya.  +
Sampah telah menjadi hal biasa dalam kehidupan kita, baik itu sampah organik dan anorganik. Sampah-sampah tersebut berasal dari berbagai kegiatan, terutama dalam kegiataan keagamaan, termasuk sarana dan prasarananya. Pencegahan demi pencegahan telah digerakkan oleh masyarakat guna mengurangi sampah-sampah tersebut. Beberapa hal dapat dilakukan masyarakan dalam mengurangi sampah dari upacara keagamaan, seperti mengurangi penggunaan sarana atau prasarana keagamaan sekali pakai. Sering kali sarana dan prasaran yang digunakan berasal dari alam, sampah-sampah tersebut dapat kita kumpulkan dan ubah menjadi pupuk kompos yang dapat berguna pula untuk menyuburkan lingkungan. Selain ramah alam juga tak membahayakan kehidupan sekitaran, masyarakan diusahakan dapat mengurangi penggunaan sarana dan prasarana yang berasal dari sampah anorganik dengan menggunakan barang yang sebelumnya telah digunakan dapat diubah sehingga menjadi sesuatu yang berguna dan juga diharapkan masyarakat dapat saling bekerjasama dan saling mengingatkan demi kehidupan yang lebih baik tanpa sampah dimasa mendatang.  +
Menurut saya, pengelolaan sampah saat upacara adat merupakan masalah yang harus menjadi perhatian bersama masyarakat. Upacara adat, yang bersifat suci dan agung, terkadang menghasilkan tumpukan sampah, terutama sampah plastik dan organik yang berasal dari kegiatan upacara tersebut.Menurut saya, masyarakat adat, desa adat, dan pemerintah perlu menetapkan aturan yang menjadi pedoman dalam pengelolaan sampah saat upacara. Sampah upacara harus dipilah dengan sistem yang jelas, pemilahan sampah organik dan anorganik agar dapat dikelola dengan baik. Dengan cara ini, upacara adat tidak akan menimbulkan masalah bagi lingkungan, melainkan turut serta dalam upaya pelestarian bumi.Agar hasilnya baik, masyarakat harus bersatu menjaga adat dan lingkungan agar Bali tetap lestari dan sejahtera.  +
Saya sering membatalkan rencana liburan karena kemacetan di berbagai jalan yang ada di Bali yang salah satu penyebabnya adalah wisatawan yang berlibur ke bali. Saya rasa untuk mengatasi kemacetan ini adalah dengan cara mengembangkan angkutan umum yang ada di Bali agar para wisatawan dapat menggunakan angkutan umum dari pada kendaraan rental yang melanggar undang-undang. Selain dapat mengurangi kemacetan, angkutan umum juga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalan yang pada akhirnya dapat menyebabkan kemacetan.  +
Kemacetan lalu lintas di Bali semakin parah akibat overtourism, terutama di kawasan wisata seperti di Ubud. Lonjakan jumlah wisatawan yang menyewa kendaraan pribadi, ditambah dengan infrastruktur jalan yang terbatas, menyebabkan perjalanan menjadi lambat dan tidak efisien. Selain menghambat mobilitas warga lokal, kemacetan juga meningkatkan polusi udara dan konsumsi bahan bakar. Untuk mengatasi masalah ini, Bali perlu mengembangkan transportasi umum yang lebih baik, seperti bus, agar wisatawan tidak bergantung pada kendaraan pribadi. Selain itu, perlu ada aturan ketat yang mewajibkan wisatawan asing memiliki SIM yang valid sebelum menyewa dan mengendarai sepeda motor, untuk mencegah pelanggaran lalu lintas dan mengurangi risiko kecelakaan. Peningkatan jalur pejalan kaki dan sepeda juga perlu dilakukan agar wisatawan memiliki alternatif mobilitas yang lebih ramah lingkungan. Dengan ini, Bali dapat mengurangi kemacetan tanpa mengurangi daya tariknya sebagai destinasi wisata unggulan didunia.  +
Sampah pergi Batur indah perdebatan sampah masih menjadi perbincangan di masyarakat, terutama di desa-desa dan tempat persembahyangan. Salah satunya di Pura Batur. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat setempat atau masyarakat yang sedang sembahyang di pura batur tentang tata cara pengelolaan sampah yang tepat. Hal ini , menyebabkan penyakit seperti diare, banjir pencemaran tanah, dan menyebabkan terhambatnya aktivitas persembahyangan. Untuk itu, ada beberapa cara untuk mengurangi sampah seperti: 1) Menyediakan berbagai jenis tempat sampah, baik organik maupun anorganik. 2) mengganti matras sampah plastik dengan kertas atau kardus untuk mengurangi konsumsi sampah plastik, 3) Menggunakan tanah organik sebagai kompos, . 4) menggunakan limbah anorganik yang masih layak untuk didaur ulang, . 5) membuang sampah ke TPS atau TPA dua kali seminggu, 6) mulai mengontrol sampah yang berbahaya seperti sampah elektronik, baterai, dll  +