Search by property

From BASAbaliWiki

This page provides a simple browsing interface for finding entities described by a property and a named value. Other available search interfaces include the page property search, and the ask query builder.

Search by property

A list of all pages that have property "Response text id" with value "Pariwisata". Since there have been only a few results, also nearby values are displayed.

Showing below up to 26 results starting with #1.

View (previous 50 | next 50) (20 | 50 | 100 | 250 | 500)


    

List of results

  • HOLIPACKBAL: The right policy to detoxify the poison of overtourism on the Island of the Gods  + (Overtourism adalah keadaan di mana banyaknOvertourism adalah keadaan di mana banyaknya wisatawan asing yang datang ke daerah pariwisata sehingga mengakibatkan banyak dampak negatif bagi warga lokal dan menurunnya tingkat kepuasan yang dirasakan oleh para wisatawan selama berkunjung ke daerah pariwisata. </br>Daerah pariwisata yang dimaksud ini ialah Pulau Bali. Hal ini tentunya menjadi alasan kuat warga yang tinggal di Bali mengalami kerugian dalam kehidupannya, hal kecil yang termasuk dampak dari overtourism adalah adanya kesulitan akses jalan yang lancar atau terjadi kemacetan di daerah Bali yang sering di gaung gaungkan kini. Hingga beberapa data mengatakan bahwa Bali dinobatkan sebagai wilayah yang tidak layak dikunjungi di tahun 2025 dan hal tersebut semakin memperburuk kondisi pulau pariwisata di zaman ini.</br></br>Strategi yang tepat untuk mendetoksifikasi racun overtourism di Bali adalah dengan cara pemerintah mencetuskan kebijakan baru yang bernama “HOLIPACKBAL” (Holiday Packages to Bali). Kebijakan ini wajib dijalankan bagi para wisatawan luar Bali yang akan datang ke Bali, paket liburan ini menyangkut tentang Paket Liburan ke Bali yang diikat dengan aturan tenggat waktu wisatawan tersebut saat berlibur di Bali, jadi dengan adanya Paket Liburan yang dicetuskan oleh pemerintah, pemerintah bisa mengatur kuota masuk wisatawan asing yang datang ke Bali agar tidak melebihi batas dengan cara membatasi stock Paket Liburan. Namun Bali tetap akan tidak mengalami kerugian, mengapa? karena Paket Liburan ini menggunakan tenggat waktu jadi para wisatawan yang ingin datang ke Bali akan datang secara bergiliran sehingga dapat mengurangi racun dalam keadaan overtourism di Bali.i racun dalam keadaan overtourism di Bali.)
  • Bali Island is Getting Smaller  + (Overtourism adalah kondisi ketika jumlah wOvertourism adalah kondisi ketika jumlah wisatawan yang berkunjung ke suatu destinasi melebihi kapasitas tempat tersebut. Di bali, overtourism biasa terjadi di daerah pariwisata seperti canggu, kuta, dan seminyak. Berdasarkan data statistik pemprov bali, wisatawan yang datang pada tahun 2024 meningkat 20.10% dari tahun 2023. Hal ini memberikan dampak yang sangat buruk bagi kesucian pulau bali. Salah satu contohnya yakni pada saat umat hindu mengadakan kegiatan melasti kemudian kesucian upacara tersebut terganggu oleh bisingnya beach club yang ada di pinggiran pantai. Permasalahan lain yang telah terjadi yakni seperti kemacetan akibat membludaknya turis yang merental motor, rusaknya fasilitas umum akibat tingkah laku turis yang tidak etis, dan meningkatnya jumlah limbah plastik akibat meningkatnya jumlah wisatawan. Berdasarkan permasalahan tersebut, solusi yang dapat kami berikan yakni dengan meningkatkan pengelolaan limbah, memperketat kebijakan perentalan motor sehingga tidak ada turis yang menyalahgunakannya, dan memberikan sanksi yang keras kepada turis yang melakukan aksi senonoh di suatu daerah.ng melakukan aksi senonoh di suatu daerah.)
  • Overtourism in Province of Bali  + (Overtourism Bali menghadapi masalah overtoOvertourism Bali menghadapi masalah overtourism, dimana terlalu banyak wisatawan memberikan tekanan pada infrastruktur, lingkungan dan budaya lokal. Bali harus mulai fokus pada segmen pariwisata berkualitas yang lebih sadar dan bertanggung jawab, tidak hanya fokus pada jumlah pengunjung. Menurut saya, ada beberapa cara untuk mengatasi overtourism di Bali, yaitu: </br>1. Pembatasan jumlah wisatawan: Pemerintah dapat membatasi jumlah wisatawan yang masuk ke Bali untuk mengurangi tekanan terhadap infrastruktur dan lingkungan.</br>2. Regulasi harga: Pemerintah dapat mengatur harga akomodasi, makanan dan kegiatan pariwisata untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antara penduduk lokal dan wisatawan. </br>3. Gunakan angkutan umum: Wisatawan dapat menggunakan angkutan umum untuk mengurangi kemacetan dan polusi. </br>4. Hormati budaya lokal: Wisatawan dapat menghormati budaya lokal dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak lingkungan dan budaya. Terakhir, penanganan overtourism di Bali memerlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan wisatawan. Dengan strategi yang komprehensif dan berkelanjutan, kita dapat mengurangi dampak negatif overtourism dan melestarikan lingkungan dan budaya di Bali.elestarikan lingkungan dan budaya di Bali.)
  • quality of travel experience  + (Overtourism bukan sekadar masalah jumlah wOvertourism bukan sekadar masalah jumlah wisatawan, tetapi tentang kualitas pengalaman dan keberlanjutan. Alih-alih mengejar kuantitas, mari utamakan pariwisata berkualitas. Misalnya, dengan membatasi jumlah wisatawan di destinasi populer, mendorong wisata ke daerah yang kurang dikenal, dan menerapkan pajak lingkungan yang ketat.</br>Beberapa pihak mungkin berpendapat bahwa pembatasan akan merugikan ekonomi. Namun, kerusakan lingkungan dan budaya justru akan mengusir wisatawan dalam jangka panjang. Mari dukung pariwisata berkelanjutan dengan memilih akomodasi ramah lingkungan, menghormati adat istiadat setempat, dan mengurangi penggunaan plastik.</br>Saatnya bertindak! Pemerintah, pelaku industri, dan wisatawan harus bersinergi. Bali yang lestari adalah warisan berharga bagi generasi mendatang. warisan berharga bagi generasi mendatang.)
  • Detoxified Overtourism  + (Overtourism di Bali dapat "didetoksifikasiOvertourism di Bali dapat "didetoksifikasi" dengan pendekatan berkelanjutan yang menyeimbangkan pariwisata dan kelestarian lingkungan serta budaya. Pertama, pemerintah dan pelaku industri perlu mendorong pariwisata berkualitas dengan membatasi jumlah wisatawan di destinasi padat dan menerapkan pajak turis untuk konservasi. Kedua, diversifikasi destinasi diperlukan agar wisatawan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah populer seperti Canggu, Ubud, dalung atau Kuta, melainkan juga ke daerah lain yang kurang terjamah. Ketiga, edukasi wisatawan tentang etika berkunjung, sampah, dan budaya lokal harus diperkuat. Keempat, pengelolaan infrastruktur harus lebih baik, termasuk regulasi akomodasi seperti Airbnb agar tidak merusak keseimbangan sosial. Dengan langkah-langkah ini, Bali dapat tetap menjadi destinasi wisata unggulan tanpa mengorbankan lingkungan dan kearifan lokal.engorbankan lingkungan dan kearifan lokal.)
  • Tackling overtourism at Bali: strategy toward sustainable tourism  + (Overtourism di Bali dapat menimbulkan dampOvertourism di Bali dapat menimbulkan dampak positif dan juga telah menimbulkan dampak negatif yang signifikan, seperti merusak lingkungan dan budaya lokal yang telah ada sejak dahulu. Dan jika hal negatif itu terus berkelanjutan akan berdampak pada Bali kedepan. Maka, Mendetoksifikasi "racun" ini memerlukan pendekatan multi-faceted. Pertama, regulasi ketat perlu diterapkan, termasuk pembatasan jumlah wisatawan di destinasi tertentu dan peningkatan biaya masuk ke lokasi-lokasi yang rawan. Kedua, diversifikasi destinasi wisata perlu digalakkan, mempromosikan area-area yang belum terlalu ramai dan menawarkan pengalaman wisata yang lebih autentik. Ketiga, edukasi dan kesadaran masyarakat, baik wisatawan maupun penduduk lokal, sangat penting. Kampanye tentang pariwisata berkelanjutan dan etika perjalanan harus dipromosikan secara intensif. Keempat, pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan dan kesempatan kerja di sektor pariwisata yang berkelanjutan akan memastikan manfaat ekonomi tersebar merata dan mengurangi eksploitasi. Dengan strategi komprehensif yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Bali dapat mengatasi overtourism dan tetap menjadi destinasi yang lestari. dan tetap menjadi destinasi yang lestari.)
  • "Tackling Overtourism in Bali: Maintaining the Balance of The Environment, Culture and Local Welfare"  + (Overtourism di Bali menjadi masalah yang kOvertourism di Bali menjadi masalah yang kompleks dan memberikan dampak besar pada lingkungan, budaya, serta masyarakat lokal. Pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi utama menyebabkan kemacetan, pencemaran lingkungan, serta kerusakan situs budaya. Masyarakat lokal juga kehilangan ruang dan identitas budaya akibat komersialisasi yang berlebihan.</br>Solusi yang perlu diterapkan adalah membatasi jumlah wisatawan, menerapkan pajak lingkungan, serta memberikan edukasi kepada wisatawan agar menghormati adat dan budaya Bali. Pemerintah juga perlu memberdayakan masyarakat lokal agar mereka mendapatkan manfaat yang adil dari pariwisata, tanpa merusak warisan budaya dan lingkungan yang menjadi daya tarik utama Bali.kungan yang menjadi daya tarik utama Bali.)
  • how to detox from overtourism in bali  + (Overtourism di Bali telah menimbulkan sejuOvertourism di Bali telah menimbulkan sejumlah permasalahan, seperti kerusakan lingkungan, penurunan kualitas hidup masyarakat lokal, dan hilangnya identitas budaya. Berikut beberapa cara untuk mendetoksifikasi racun overtourism di Bali:</br></br>Mengurangi Arus Masuk Wisatawan</br>1. *Menerapkan kebijakan pembatasan wisatawan*: Pemerintah dapat menerapkan kebijakan pembatasan wisatawan untuk mengurangi jumlah wisatawan yang datang ke Bali.</br>2. *Meningkatkan biaya pariwisata*: Menaikkan biaya pariwisata dapat menurunkan jumlah wisatawan yang datang ke Bali.</br>3. *Menjaga pemerataan kawasan wisata* : Agar wisatawan tidak fokus pada satu tempat saja.</br></br> Mengembangkan Kemitraan dengan Masyarakat Lokal</br>1. *Mengembangkan kemitraan dengan masyarakat lokal*: Mengembangkan kemitraan dengan masyarakat lokal dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan lingkungan dan budaya.</br>2. *Mengembangkan program yang melibatkan masyarakat lokal*: Mengembangkan program yang melibatkan masyarakat lokal dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan lingkungan dan budaya.ingnya melestarikan lingkungan dan budaya.)
  • Overtourism in Bali: Between Economic Benefits and the Threat of Traffic Jams  + (Overtourism di Bali terjadi akibat lonjakaOvertourism di Bali terjadi akibat lonjakan wisatawan yang berdampak pada lingkungan, budaya, dan kehidupan masyarakat. Menurut kumparan.com, sektor pariwisata menyumbang Rp54,6 triliun atau 19,9% dari PDRB Bali pada 2023, memberikan manfaat ekonomi besar bagi Indonesia. Namun, dampak negatif juga muncul, salah satunya kemacetan di kawasan wisata seperti Canggu dan Ubud akibat tingginya jumlah kendaraan yang disewa wisatawan.</br></br>Untuk mengatasi kemacetan, perlu upaya mengurangi tekanan di area wisata utama dengan mempromosikan destinasi alternatif seperti Bali Utara dan Bali Barat. Selain itu, menggelar event wisata di berbagai lokasi dapat membantu menyebarkan kunjungan wisatawan agar tidak hanya terpusat di satu titik. Dengan langkah ini, Bali dapat menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungannya!</br></br>Baik, inilah opini saya atas nama M. Dian Mahaputri dari SMA Negeri 1 Seririt. Dian Mahaputri dari SMA Negeri 1 Seririt.)
  • A Balanced Approach to Tourism and Transportation  + (Overtourism di Bali, terutama di Bali SelaOvertourism di Bali, terutama di Bali Selatan, telah menimbulkan kemacetan, permasalahan sampah, dan perilaku wisatawan yang merusak citra budaya. Untuk mengatasi hal ini, perlu pemerataan destinasi agar pariwisata tidak hanya terpusat di satu wilayah. Paket Wisata 3B (Banyuwangi, Bali Barat, Bali Utara) menjadi salah satu upaya untuk mendorong wisatawan menjelajahi daerah lain, selaras dengan konsep Padma Buana yang menekankan keseimbangan wilayah.</br></br>Bali dapat mencontoh Jepang yang membatasi arus wisatawan ke Distrik Gion demi menjaga budaya lokal. Regulasi serupa bisa diterapkan agar Bali tetap lestari. Selain itu, pembangunan LRT (Light Rail Transit) akan menjadi solusi transportasi untuk mengurai kemacetan dan menciptakan perjalanan yang ramah lingkungan.</br></br>Sebagai masyarakat Bali, kita harus mendukung langkah ini. Dengan pemerataan wisata dan infrastruktur yang berkelanjutan, Bali dapat terus bersinar tanpa kehilangan jati dirinya.us bersinar tanpa kehilangan jati dirinya.)
  • Turning Overtourism Toxicity Into Economic Vitamins in Bali  + (Overtourism menjadi racun di Bali akibat tOvertourism menjadi racun di Bali akibat tidak terkendali. Jika wisatawan dibatasi, sebagian besar masyarakat akan kehilangan pekerjaan akibat perekonomian yang bergantung pada sektor pariwisata. Untuk menangani hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti:</br> • Promosi wisata Bali utara, timur, dan barat: overtourism sebenarnya hanya terjadi di Bali bagian selatan seperti Kuta dan Jimbaran, serta sebagian wilayah Ubud. Pemerintah dapat mempromosikan wisata Pantai Lovina di bagian utara, Taman Ujung di bagian timur, dan Taman Nasional Bali Barat yang tidak kalah indah dari Bali selatan.</br> • Peningkatan sarana transportasi: transportasi umum seperti Trans Metro Dewata seharusnya tetap dioperasikan, disertai pengembangan rute hingga seluruh Bali, perbaikan infrastruktur jalan, dan promosi yang baik kepada wisatawan sehingga dapat mengurangi kemacetan. </br> • Pengembangan wisata berbasis lokal: memastikan wisata di Bali dikelola oleh penduduk lokal, bukan investor asing, sehingga racun overtourism bisa menjadi vitamin overtourism untuk meingkatkan perekonomian bagi masyarakat Bali.gkatkan perekonomian bagi masyarakat Bali.)
  • Infrastructure disparity in Bali  + (Overtourism menjadi salah satu permasalahaOvertourism menjadi salah satu permasalahan penting yang ada di Bali, terutama di daerah Bali Selatan. Salah satu penyebab terjadinya hal tersebut adalah Pembangunan infrastruktur yang tidak merata antara satu daerah dengan daerah lainya. Hal tersebut menyebabkan hanya salah satu daerah yang ada di Bali mengalami kepadatan wisatawan mancanegara. Berdasarkan kutipan VALIDNEWS.ID, Kepala Dinas Kabupaten Buleleng juga mengakui ketimpangan infrastruktur antara Bali Selatan dengan Bali Utara. Jika pemerintah tidak melakukan perataan infrastruktur di seluruh daerah Bali, maka Bali Selatan akan terus mengalami overtourism, dan menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial. Pembangunan ini bisa dilakukan secara bertahap dan terencana, serta disesuaikan dengan karakteristik dan daya dukung daerah tersebut. Ini akan memastikan bahwa pembangunan tidak merusak keaslian alam dan adat istiadat, serta tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Kita butuh Bali yang adil, bukan Bali yang timpang! Jangan biarkan kesenjangan sosial terus terjadi. Mari wujudkan Bali yang merata dan sejahtera!i wujudkan Bali yang merata dan sejahtera!)
  • Impact of the Overtourism Virus: Damage Natural Habitat and the Spread of Pollution Plastic in Bali  + (Overtourism merupakan keadaan dimana melonOvertourism merupakan keadaan dimana</br>melonjaknya jumlah wisatawan dalam</br>suatu destinasi wisata. Hal ini</br>memberikan dampak besar terhadap</br>lingkungan seperti menyebarnya polusi</br>plastik, pembangunan infrastruktur</br>berlebih juga dapat menggangu habitat</br>alami di suatu daerah. Untuk mengatasi</br>hal tersebut, diperlukan penyuluhan secara</br>menyeluruh terkait dengan pentingnya</br>pariwisata berkelanjutan. Serta</br>pengawasan ketat terhadap daerah-daerah</br>destinasi wisata di Bali. Kesadaran para</br>wisatawan, pengelola tempat wisata, serta</br>pihak yang terkait sangat berpengaruh</br>besar terhadap pariwisata</br>berkelanjutan di Bali.terhadap pariwisata berkelanjutan di Bali.)
  • KERTHI SmartTourism: Inovation Strategy Through an Application to Overcome Overtourism in Realizing Nangun Sat Kerthi Loka Bali  + (Overtourism merupakan kondisi terjadinya lOvertourism merupakan kondisi terjadinya lonjakan wisatawan secara drastis di suatu daerah pariwisata sehingga melebihi batas pengunjung. Hal ini pun terjadi di Pulau Bali, Indonesia. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan akibat "overtourism" di Bali. Bali menghadapi tantangan overtourism di beberapa destinasi populer seperti Kuta dan Ubud sementara daerah lain kurang berkembang. Akibatnya, terjadi kemacetan dan tekanan berlebih pada infrastruktur serta lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan solusi cerdas yang mampu mengelola arus wisatawan secara lebih seimbang. KERTHI SmartTourism hadir sebagai solusi inovatif berbasis AI dan Blockchain untuk mendistribusikan wisatawan secara lebih merata dan mendukung ekowisata. AI berfungsi untuk menganalisis kepadatan wisatawan secara real-time dan mengalihkan mereka ke destinasi yang lebih sepi agar wisatawan tidak menumpuk di satu tempat. Blockchain digunakan untuk mengelola kuota pengunjung dengan tiket digital serta memastikan transparansi dan keamanan data. Dengan teknologi ini, dampaknya dapat mengurangi kemacetan, meningkatkan ekonomi lokal, dan memastikan pariwisata yang lebih hijau.an memastikan pariwisata yang lebih hijau.)
  • Towards Sustainable Tourism: Preserving Bali’s Beauty through Responsible Approaches"  + (Overtourism yang terjadi di Bali butuh penOvertourism yang terjadi di Bali butuh pendekatan berkelanjutan. Pertama, mempromosikan wilayah kurang dikenal seperti Desa Undisan, yang menawarkan pengalaman budaya dan alam otentik, mengurangi tekanan di destinasi populer. Kedua, mengembangkan pengelolaan wisata seperti eco-cycling, agrowisata, dan seni tradisional, sehingga wisatawan lebih tersebar. Ketiga, menerapkan regulasi ketat dengan membatasi jumlah kunjungan di destinasi tertentu untuk menjaga kelestarian alam dan budaya. Keempat, mengedukasi wisatawan tentang pariwisata yang bertanggung jawab, misalnya dengan mendukung produk lokal dan menghormati tradisi. Terakhir, membangun infrastruktur ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif pariwisata massal. Dengan strategi ini, Bali bisa menjaga keasrian dan keunikan budayanya.a menjaga keasrian dan keunikan budayanya.)
  • Creating sustainable tourism  + (Overtourism yang tidak terkontrol menimbulOvertourism yang tidak terkontrol menimbulkan racun bagi penduduk setempat. Hal ini terjadi karena penduduk merasa tidak nyaman dengan adanya kerumunan wisatawan, hiruk-pikuk kegiatan wisata, serta aktivitas yang mengganggu ketenangan lingkungan tempat tinggal mereka seperti kemacetan dan kerusakan lingkungan. Perubahan sosial juga dapat terjadi, seperti hilangnya nilai budaya dan tradisi akibat banyaknya wisatawan yang kurang menghargai dan menjaga budaya setempat. </br>Pemerintah harus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan overtourism, seperti melakukan regulasi terhadap pengelolaan tempat wisata dan infrastruktur pendukungnya. Menurut Utami, dkk (2010:43) … dengan mengendalikan jumlah kunjungan agar tidak menumpuk pada daya tarik tertentu secara bersamaan.</br>[https://ejournal.ppl.ac.id/index.php/mandalika/article/download/42/25/</br>Pemerintah dapat melakukan pengawasan terhadap jumlah wisatawan yang masuk ke suatu tempat wisata, agar tidak terlalu padat dan tidak menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan kualitas hidup penduduk setempat. Langkah tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas pariwisata, yaitu dengan menciptakan pariwisata yang lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi penduduk setempat.memberikan manfaat bagi penduduk setempat.)
  • "Bali is Too Crowded: How Over-Tourism Threatens Local Beauty and Life?"  + (Overtourisme di Bali menyebabkan alih fungOvertourisme di Bali menyebabkan alih fungsi lahan, krisis air, sampah plastik, serta gangguan keamanan (Nugraha, 2022). Hal ini muncul akibat pemasaran pariwisata yang sukses, akses yang mudah, serta daya tarik budaya dan alam yang diperkuat oleh media sosial serta tren digital nomad (Veríssimo dkk., 2020). Dampaknya meliputi kemacetan, meningkatnya harga properti, dan kerusakan lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan Sertifikasi Usaha Pariwisata sesuai dengan UU No. 10 Tahun 2009 guna meningkatkan kualitas industri pariwisata. Kami, siswa SMA Negeri 4 Denpasar, mengembangkan inovasi dalam pengolahan sampah serta promosi UMKM lokal agar budaya tetap lestari. Saat ini, program kami telah berkembang dengan fokus pada pembangunan bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif. Kaum muda memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan yang positif. Selain itu, kebijakan pemerintah dalam menyeleksi wisatawan perlu diperketat demi keberlanjutan pariwisata Bali. Mari bersama menjaga lingkungan dan membangun masa depan yang lebih baik! dan membangun masa depan yang lebih baik!)
  • Solutions about overtourism in Bali  + (Overturisme di Bali telah menyebabkan keruOverturisme di Bali telah menyebabkan kerusakan lingkungan, kemacetan, dan ketidakseimbangan ekonomi, di mana keuntungan lebih banyak mengalir ke bisnis besar dibandingkan masyarakat lokal. Untuk "mendetoksifikasi" dampak negatif ini, Bali harus mengadopsi pendekatan yang lebih berkelanjutan. Pembatasan jumlah wisatawan di destinasi tertentu, seperti yang diterapkan di Boracay, Filipina, bisa menjadi solusi. Pajak turis yang lebih tinggi juga dapat mengurangi jumlah wisatawan beranggaran rendah dan mengarahkan dana ke pelestarian lingkungan. Selain itu, diversifikasi pariwisata ke wilayah yang kurang berkembang di Bali dapat mengurangi tekanan di hotspot seperti Ubud dan Kuta. Edukasi bagi wisatawan tentang budaya lokal dan etika lingkungan harus diperkuat agar pariwisata tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menghormati alam dan masyarakat Bali. Jika tidak ada tindakan konkret, Bali berisiko kehilangan daya tarik utamanya: keindahan alam dan budayanya.ik utamanya: keindahan alam dan budayanya.)
  • The dangers of religious activity waste for the Balinese environment  + (Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbaPada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi pandangan tentang bagaimana upaya kita untuk mengurangi kebodohan dalam kegiatan keagamaan. selain karena faktor pariwisata, persembahyangan di Pura juga turut berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah sampah di Bali, sisa sampah upacara adat seperti bunga, daun, dan buah, serta plastik, Menjadi penyumbang terbesar produksi sampah di bali. Dari permasalahan tersebut saya mempunyai beberapa pendapat yang bisa menjadi solusi dari permasalahan sampah hasil aktivitas keagamaan, </br></br>1. Melarang penggunaan plastik untuk persembahan di pura dan beralih ke bahan yang dapat digunakan kembali.</br>2. Mengolah sampah organik dari aktifitas keagamaan menjadi pupuk pertanian untuk mengurangi jumlah sampah dan mendukung pertanian.</br>3. Menyediakan lebih banyak tempat sampah di pura untuk memudahkan masyarakat membuang sampah pada tempatnya.</br>4. Membangun TPA khusus untuk sampah kegiatan keagamaan agar dapat dikelola dan diproses dengan lebih baik.t dikelola dan diproses dengan lebih baik.)
  • dealing with waste after finish prayer activities  + (pada umumnya timbulan sampah upacara adatpada umumnya timbulan sampah upacara adat terjadi setelah kegiatan upacara adat, persembahyangan atau ritual. Jumlah sampah tersebut terkadang juga dapat melebihi ketersediaan wadah sampah yang disediakan di Pura, sehingga banyak sampah yang tercecer setelah acara persembahyangan. Minimnya ketersediaan fasilitas pengelolaan sampah menyebabkan tidak adanya pengolahan sampah pura yang umunya didominasi oleh sampah organik. jika sampah dibuang langsung ke lingkungan maka akan menyebabkan pencemaran lingkungan karena pada sampah bunga yang terkena zat kimia akan menimbulkan wabah penyakit dan merusak lingkungan. maka dari sebab itu kita harus menanggulangi sampah tersebut agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Misalnya membawa pulang kembali bekas canang yang digunakan setelah sembahyang, menggunakan bokoran sebagai tempat bunga yang digunakan sembahyang,hindari membawa kantong plastik,menyediakan tempat sampah yang memadai dan lain sebagainya. dan bila perlu melakukan denda kepada orang yang membuang sampah sembarangan. Jadi penyebab terjadinya sampah itu karna dari diri kita sendiri begitupun dampaknya untuk diri kita sendiri. maka kita harus menjaga kebersihan dimanapun karna dampak baik buruknya juga bagi kita.karna dampak baik buruknya juga bagi kita.)
  • Processing waste into economic goods  + (Pada umumnya timbulan sampah upacara adat Pada umumnya timbulan sampah upacara adat terjadi saat kegiatan upacara adat,persembahyangan atau ritual.Jumlah sampah tersebut terkadang juga dapat melebihi ketersediaan wadah sampah yang disediakan di Pura,sehingga banyak sampah yang tercecer.Minimnya ketersediaan fasilitas pengelolaan sampah menyebabkan tidak adanya pengolahan sampah pura yang umumnya didominasi oleh sampah organik.Maka dari itu diperlukan upaya untuk mengurangi keberadaan sampah upacara adat yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak dari sampah upacara tersebut,juga dengan menyediakan tempat pembuangan sampah yang berkapasitas besar.Di sisi lain pemerintah atau prejuru desa perlu memberlakukan awig awig mengenai sampah upacara ,dengan diberlakukannya awig awig tersebut tentu masyarakat akan jera dan sadar akan pentingnya tidak membuang sampah sembarangan .Di sisi lain ada upaya untuk mengolah sampah upacara tersebut menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,seperti Biofuel.</br>Kandungan lignin dalam sampah bunga dapat menjadi sumber material</br>pembuatan biofuel.Upaya pengolahan sampah upacara ini berpotensi menghasilkan produk yang ramah lingkungan,mengurangi timbunan sampah upacara ,dan dapat menjadi sebuah kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk memproduksi biofuel.yaan masyarakat untuk memproduksi biofuel.)
  • Tackling Waste in a Simple Way  + (Pada upacara keagamaan khususnya di bali tPada upacara keagamaan khususnya di bali tidak luput akan adanya sampah, baik itu sampah organik ataupun non organik. Cara sederhananya di tempat acara bisa menyediakan tempat sampah yang berbeda, dan nantinya sampah organik dijadikan pupuk kompos, sedangkan sampah non organik dapat di daur ulang lagi. Harapannya di setiap desa membuat sebuah bank sampah seperti di desa Pemaron yaitu Bank Sampah Induk (BSI).Yang dimana selain kita menjaga kebersihan lingkungan, kita juga mendapatkan penghasilan dari menjual sampah di bank sampah tersebut. Selanjutnya Contoh praktis lainnya seperti ketika upacara Melasti gunakan kain sebagai pengganti plastik untuk membungkus pralingga, selain itu hindari menggunakan Styrofoam atau plastik dalam mewadahi makanan, bisa diganti dengan bahan alami seperti daun pisang dan lain sebagainya.i seperti daun pisang dan lain sebagainya.)
  • sort out the trash  + (Paman Auastiastu timpal-timpal sane kebangPaman Auastiastu</br>timpal-timpal sane kebanggaang titiang, punika mawinan ring rahinane mangkin titiang jagi ngicenin informasi sane mabuat pisan, inggih punika mapaiketan sareng sampah.</br>Timpal-timpal, pastika sampun uning napi nika sampah, nggih? minab luu punika benda sane alit nanging saking benda sane alit punika prasida ngawinang padem, semeton uning, saking luu sane alit punika mapupul lan prasida ngawinang blabar, blabar, malah prasida ngawinang padem. Minakadi luu sembahyang sane marupa canang, yening timpal-timpal ngutang luu sembahyang tanpa hati-hati, punika pacang ngawinang sampah punika berek, lan pacang ngawinang lalat utawi legu makumpul, yening iraga keni gigit iraga prasida keni demam berdarah.</br>Canang sampah sane kaentungang tan urati pacang ngawinang palemahan sane kadagingin antuk luu, lan ngawinang pura kacingak cemer lan leteh.</br>Pinaka krama Bali, iraga patut ngutang luhu canang bekas ring genahnyane, napi malih luhu punika kakepah dados tiga inggih punika organik, anorganik lan residu. Dadosne ngiring sareng sami malajah ngutang luu ring tong sampah lan ngiring sareng sami malajah milah-milah luu.iring sareng sami malajah milah-milah luu.)
  • Procedures for disposing of waste  + (pamedek atau pengunjung dilarang keras mempamedek atau pengunjung dilarang keras membawa atau menggunakan tas kresek, pipet plastik, sterofoam serta produk lain yang berbahan plastik sekali pakai. Pamedek yang membawa sarana dilarang membuang sisa lungsuran di kawasan suci.antaranya adalah menyediakan tempat sampah yang memisahkan antara sampah organik dan non-organik dan disebarkan di titik-titik strategis dan tidak terlalu jauh antara tempat sampah satu dengan lainnya.Menegaskan pemeriksaan pada pamedek atau pengunjung sehingga pihak pengelola tidak lagi kecolongan jika ada yang membawa tas kresek,Denda juga bisa menjadi pilihan agar menjaga kawasan suci ini agar dapat memberikan efek jera dan menyadarkan pamedek atau pengunjung dan juga edukasi pentingnya untuk tidak membuang sampah sembarangan di kawasan,Mengunakan bokor supaya tidak pakai pelastik.Kurangi sampah pembelian makanan dengan kemasan dan hindari penggunaan kantong plastik sekali pakairi penggunaan kantong plastik sekali pakai)
  • Reduce plastic waste in the temple area  + (Para pengunjung pura dilarang membawa alat persembahyangan yang terbuat dari palstik,dan para pengunjung harus membawa sampah sampah selesai sembahyang ke rumah masing masing)
  • 3B Tourism: Make Bali Free from Overtourism  + (Pariwisata Bali berada antara populer dan Pariwisata Bali berada antara populer dan terancam. Makin hari pariwisata Bali semakin tidak terkendali menyebabkan overtourism. Jika overtourism ini terus dibiarkan, bukan hanya jumlah wisatawan yang membludak, tetapi juga dampaknya yang lebih serius pada lingkungan, budaya, ekonomi, dan kehidupan masyarakat lokal. Namun, Kemenparekraf menyatakan bahwa masalah pariwisata Bali bukan overtourism melainkan overconsentrate, yaitu jumlah wisatawan yang membludak hanya pada beberapa daerah saja karena distribusi wisatawan yang kurang merata. Daerah yang banyak dikunjungi adalah Bali Selatan. Maka, inovasi pemerintah patut digencarkan yaitu Wisata 3B (Banyuwangi-Bali Barat-Bali Utara). Dengan Wisata 3B jalur kedatangan wisatawan akan tersebar secara merata di seluruh Bali. Kontribusi masyarakat dan agen pentahelix juga dibutuhkan dengan melakukan promosi dan peningkatan kualitas seperti fasilitas, infrastruktur, akomodasi, aksesibilitas, dan lainnya pada objek wisata daerah tersebut untuk menyambut datangnya wisatawan. Karena sejatinya setiap titik di Bali memiliki budaya, tradisi, dan keunikannya sendiri. Dengan Wisata 3B, ayo kita kunjungi setiap titik di Bali!B, ayo kita kunjungi setiap titik di Bali!)
  • Elixir for Tourism in Bali  + (Pariwisata bali overtourism tidaklah pentiPariwisata bali overtourism tidaklah penting karena yang terpenting mencegahnya, karena jika terjadi berarti terlambat. Lihat saja apakah hidup kita terganggu karena kunjungan wisatawan? Bila sudah berarti harus segera bertindak. Ada 2 gerakan yakni di masyarakat adat dan gerakan dari pemerintah bersama stakeholder lainnya. Gerakan masyarakat adat sebagai benteng utama budaya Bali dalam menjaga ketertiban, keamanan, kenyamanan, kebersihan sebagaimana sapta pesona. Bila masyarakat adat dalam lingkungan banjar ini kuat dan bersatu tidak ada gangguan dari luar yang bisa masuk untuk merusak. Gerakan dari Pemerintah untuk segera membentuk regulasi dan mengimplementasi dalam menghapus usaha ilegal apapun bentuknya yang mengganggu ekosistem pariwisata dan membentuk satuan khusus Pengelola Pariwisata Bali dengan tugas memonitoring perkembangan pariwisata Bali agar sesuai prinsip berkelanjutan dan pariwisata regeneratif serta membuat rekomendasi tertulis dengan kajian empiris serta akademik sebagai masukan kebijakan di tingkat kabupaten atau kota, provinsi dan nasional. Dokumen Perencanaan RDTR, RTRW, RIPPARDA harus sinkron dari kabupaten/kota sampai provinsi.nkron dari kabupaten/kota sampai provinsi.)
  • Bali Tourism: Prosperous, but at What Cost?  + (Pariwisata Bali: Berkah, atau Petaka? ParPariwisata Bali: Berkah, atau Petaka?</br></br>Pariwisata adalah salah satu pilar utama ekonomi Bali, menjadikan Pulau Dewata sebagai destinasi unggulan wisatawan. Namun, di balik gemerlapnya, sektor ini juga menghadirkan tantangan seperti overtourism. Bahkan, Fodor’s Travel mengatakan Bali sebagai destinasi yang tidak layak dikunjungi pada 2025.</br></br>Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, permasalahan utama bukanlah overtourism, melainkan overconcentration di wilayah selatan. Kepadatan wisatawan di daerah ini menyebabkan kemacetan, permasalahan sampah serta tekanan terhadap sosial dan budaya lokal.</br></br>Dibutuhkan kebijakan yang tepat agar pertumbuhan pariwisata sejalan dengan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah dapat memberlakukan kuota wisatawan disamping tourist tax untuk mendorong quality tourism, sekaligus mendorong diversifikasi destinasi wisata ke wilayah utara, timur, dan barat Bali guna menciptakan pemerataan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan UMKM lokal.</br></br>Melalui kolaborasi Penta Helix serta tata kelola yang baik pariwisata Bali dapat berkembang secara berkelanjutan. Seperti sungai yang mengikuti alurnya, pariwisata yang dikelola dengan baik akan membawa manfaat tanpa mengorbankan identitas dan hak masyarakat lokal.bankan identitas dan hak masyarakat lokal.)
  • Detoxifying the Toxicity of Overtourism in Bali  + (Pariwisata berlebihan telah membawa dampakPariwisata berlebihan telah membawa dampak negatif pada lingkungan, budaya, dan masyarakat lokal di Bali. Berikut beberapa cara untuk mendetoksifikasi dampak pariwisata berlebihan di Bali:</br></br>- Mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab</br>- Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata</br>- Mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam dan mengurangi dampak lingkungan</br>- Mengembangkan produk pariwisata yang unik dan berkualitas</br></br>Dengan mengambil langkah-langkah ini, kita dapat mendetoksifikasi dampak pariwisata berlebihan di Bali dan menciptakan pariwisata yang lebih berkelanjutan.takan pariwisata yang lebih berkelanjutan.)
  • Addressing the Impacts of Overtourism in Bali  + (Pariwisata berlebihan telah menjadi ancamaPariwisata berlebihan telah menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan dan budaya Bali. Untuk mengatasi dampak ini, kita perlu mengambil langkah-langkah yang strategis. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:</br></br>- Mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab</br>- Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata</br>- Mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam dan mengurangi dampak lingkungan</br>- Mengembangkan produk pariwisata yang unik dan berkualitas untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokalk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal)
  • how to detoxify overtourism in bali  + (Pariwisata di Bali dapat menjadi sumber pePariwisata di Bali dapat menjadi sumber perekonomian, tetapi pariwisata yang berlebihan menimbulkan masalah besar. Disarankan agar pemerintah mengatur jumlah wisatawan dan menerapkan sistem pariwisata berkelanjutan. Destinasi alternatif harus dikembangkan sehingga wisatawan tersebar, dan transportasi umum menjadi prioritas. Selain itu, wisatawan juga harus menjaga budaya dan lingkungan. Dengan demikian, pariwisata Bali tetap berkelanjutan dan masyarakat setempat pun memperoleh manfaat yang adil. Membangun pariwisata yang bertanggung jawab merupakan kewajiban agar warisan budaya Bali tetap terpelihara.gar warisan budaya Bali tetap terpelihara.)
  • Let's work together to preserve Bali's original culture so that tourism in Bali is good.  + (Pariwisata di Bali sangat penting karena mPariwisata di Bali sangat penting karena menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, seperti di sektor tempat wisata, hotel, restoran, dan lainnya, yang dapat menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan devisa bagi Indonesia. Namun, jika pariwisata tidak dikelola dengan baik dan berkelanjutan, hal ini dapat menyebabkan kerusakan budaya dan lingkungan di Bali akibat overtourism, pengikisan gaya hidup tradisional, serta pembangunan yang tidak stabil dan berlebihan.</br></br>Oleh karena itu, saya berpendapat agar pariwisata di Bali tidak rusak , kita harus tetap menjaga budaya, lingkungan, dan tradisi agar tetap lestari. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mempertahankan penggunaan pakaian adat Bali, menggunakan bahasa Bali, menerapkan konsep Tri Hita Karana, memanfaatkan produk lokal Bali, menjaga kelestarian alam, melestarikan arsitektur Bali, serta menjaga kawasan suci di Bali.</br></br>Jika hal-hal tersebut bisa diterapkan, maka pariwisata di Bali dapat berkembang dengan baik dan tetap berkelanjutan. Mari kita sebagai masyarakat Bali mengajak wisatawan mancanegara untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya, tradisi, serta lingkungan Bali agar tetap lestari. serta lingkungan Bali agar tetap lestari.)
  • PROCEDURES FOR CLEANING TOURISM IN BALI HAVE BEEN DAMAGED  + (Pariwisata di bali sudah semakin rusak, saPariwisata di bali sudah semakin rusak, salag satunya disebabkan oleh para wisatawan dari luar negeri yang berliburan ke Bali. Memang banyak sekali keuntungan yang didapatkan ketika wisatawan luar negeri berliburan ke Bali, tetapi tidak bisa dipungkiri lagi banyak juga terdapat masalah- masalah yang didapatkan ketika wisatawan berliburan ke Bali. Contohnya yaitu dari pemberitahuan/berita di media sosial banyak wisatawan yang sudah berprilaku yang tidak baik, contohnya ada wisatawan yang duduk di palinggih padmasana. Jika hal ini terus dibiarkan maka budaya bali pasti akan semakin luntur. Pemerintah wajib membuat peraturan-peraturan di wilayah yang dijadikan pariwisata dan pada saat wisatawan berbuat hal yang tidak baik bisa dikenakan denda. hal yang tidak baik bisa dikenakan denda.)
  • Negative Tourism Impacts are a Threat in Bali  + (Pariwisata di Bali, meskipun memberikan koPariwisata di Bali, meskipun memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi, telah menghadirkan dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan dan budaya sehingga membutuhkan solusi yang serius.Untuk mengatasi dampak negatif pariwisata berlebihan di Bali, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Pertama, pembatasan jumlah wisatawan melalui penerapan kuota atau sistem booking untuk destinasi wisata tertentu dapat membantu mencegah kerusakan lingkungan. Kedua, pengelolaan sampah yang lebih efisien harus diperkenalkan, termasuk peningkatan fasilitas daur ulang dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Ketiga, edukasi wisatawan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan budaya lokal harus dilakukan secara intensif, baik melalui kampanye maupun di setiap destinasi wisata. Keempat, memberdayakan komunitas lokal dalam pengelolaan pariwisata, sehingga mereka mendapat manfaat langsung tanpa mengorbankan tradisi dan budaya mereka. Terakhir, penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran lingkungan dan pengabaian budaya sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pariwisata yang ramah lingkungan.lanjutan pariwisata yang ramah lingkungan.)
  • Eliminating Tourism's Harmful Effects for a Sustainable Environment  + (Pariwisata yang berkembang pesat memang mePariwisata yang berkembang pesat memang menguntungkan, tetapi tanpa pengelolaan yang baik, bisa merusak lingkungan. Masalah utama meliputi sampah, polusi, dan kerusakan alam. Oleh karena itu, semua pihak—pemerintah, masyarakat, dan wisatawan—harus peduli. Diperlukan regulasi ketat, penerapan konsep pariwisata berkelanjutan, serta peningkatan kesadaran. Masyarakat bisa berkontribusi mulai dari hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mendukung produk ramah lingkungan.gan dan mendukung produk ramah lingkungan.)
  • "Waste Management in the Execution of Religious Ceremonies in Traditional Villages"  + (Pelaksanaan upacara keagamaan harus dilakuPelaksanaan upacara keagamaan harus dilakukan dengan pengelolaan sampah yang baik, agar tetap teratur dan tertib. Sampah organik, seperti banten yang sudah digunakan, sebaiknya diolah menjadi kompos atau digunakan kembali untuk tanaman di kebun atau hutan. Sampah plastik dan anorganik harus dipisahkan dan ditempatkan di tempat sampah yang sesuai. Desa adat perlu menerapkan sistem daur ulang yang melibatkan masyarakat lokal, sehingga plastik dan bahan anorganik lainnya dapat dimanfaatkan kembali. Selain itu, penting untuk memberikan edukasi dan penyuluhan kepada generasi muda dan masyarakat agar sampah tidak menumpuk dan untuk mencegah polusi. Ini adalah tanggung jawab kita untuk menjaga lingkungan yang bersih dan lestari.enjaga lingkungan yang bersih dan lestari.)
  • Waste management in traditional ceremonies.  + (PENANGANAN SAMPAH DALAM UPACARA ADAT UpacPENANGANAN SAMPAH DALAM UPACARA ADAT</br></br>Upacara adat merupakan bagian penting dari kebudayaan dan tradisi suatu masyarakat. Namun upacara adat seringkali menghasilkan limbah dalam jumlah besar yang dapat mencemari lingkungan. Untuk mengatasi masalah tersebut, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:</br></br>1. Pengelolaan sampah:</br>Pisahkan sampah: Sediakan tempat sampah terpisah untuk sampah organik, sampah anorganik, dan sampah daur ulang.</br></br>2. Hindari Penggunaan Plastik Sekali Pakai:</br>Gunakan tas kain yang dapat digunakan kembali: Hindari kantong plastik sekali pakai. Gunakan tas belanja yang dapat digunakan kembali seperti tas kain.</br></br>3. Gunakan Kemasan Ramah Lingkungan:</br>Gunakan kemasan yang dapat dibuat kompos: Gunakan kemasan yang dapat dibuat kompos seperti kertas, daun pisang, dan bahan organik lainnya.</br></br> 4. Pendidikan dan Penjangkauan:</br>Sosialisasi program ramah lingkungan: Sosialisasi program ramah lingkungan yang dapat dilaksanakan dalam upacara adat.ang dapat dilaksanakan dalam upacara adat.)
  • clean in the temple  + (Penanggulangan sampah saat di pura untuk Penanggulangan sampah saat di pura</br></br>untuk menanggulangi sampah pada acara keagamaan area pura, perlu adanya kesadaran diri pada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,dan juga mengingat kan tentang masalah sampah pada area suci pura dengan menempatkan beberapa tempat sampah pada setiap sudut area pura agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,cara lain juga bisa dilakukan dengan cara mengganti plastik sebagai wadah tempat canang,bunga dan wadah tirta di gantikan dengan menggunakan sokasi dan toples bekas.cara ini dapat mengurangi sampah plastik yang menjadi masalah saat ini. bila ada yang melanggar aturan tersebut akan diberikan sangsi berupa membersihkan area pura setiap purnama dan tilem itu mungkin akan membantu penggulangan sampah yang ada di bali saat ini. sekian pendapat dari saya terimakasihhni. sekian pendapat dari saya terimakasihh)
  • Special infographic (PREVENTION OF OVERTOURISM IN BALI!)  + (PENCEGAHAN OVERTOURISM DI BALI! APA ITU OPENCEGAHAN OVERTOURISM DI BALI!</br></br>APA ITU OVERTOURIS?</br></br>kondisi di mana jumlah wisatawan yang mengunjungi suatu destinasi melebihi kapasitasnya, sehingga menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat lokal, lingkungan, dan pengalaman wisata itu sendiri</br></br>BEBERAPA UPAYA PENCEGAHAN ROVERTOURISM</br></br>1. MEMBATASI PEMBANGUNAN HOTEL DAN VILA BARU</br></br>↓</br></br>Moratorium pembangunan hotel, vila, dan klub malam baru di beberapa wilayah Bali.</br></br>2. MEMBATASI JUMLAH WISATAWAN</br></br>Pemerintah dan otoritas pariwisata dapat membatasi jumlah wisatawan yang boleh masuk ke destinasi populer.</br></br>3. MENGEMBANGKAN DESA WISATA</br></br>↓</br></br>Dengan melibatkan masyarakat lokal, melestarikan lingkungan dan budaya, serta memberikan manfaat ekonomi yang merata.</br></br>BERSAMA PASTI BISA! ekonomi yang merata. BERSAMA PASTI BISA!)
  • Our effrots to reduce pollution in religious ceremonies  + (Pendapat saya ada banyak upaya kita dalam Pendapat saya ada banyak upaya kita dalam mengurangi sampah dalam aktivitas keagamaan yaitu : 1). Menggunakan wadah yang bisa di bawa pulang atau bisa digunakan lagi seperti bokor, ingka , sangku, tempat bunga yang terbuat dari bambu untuk mengurangi sampah persembahyangan. 2). Membawa pulang sampah yang sudah digunakan seperti bunga , sampian dan canang . 3). Tidak menggunakan plastik atau daun untuk tempat bunga , karena sudah ada Peraturan Gubernur (Pergub ) Nomor 97 tahun 2018 tentang larangan menggunakan kantong plastik , styrofoam , kresek , dan sedotan plastik . 4). Apabila saat kita membeli makanan/minuman sebaiknya kita membawa pulang sampah kita itu . 5). Menggunakan tas belanja saat kita membawa alat persembahyangan yang banyak ke pura . 6). Membawa tempat makan sendiri daripada membeli makanan yang menggunakan plastik saat kita ada kegiatan tirta yatra yang tempat nya jauh .egiatan tirta yatra yang tempat nya jauh .)
  • Balinese ceremonial waste processing  + (Pendapat saya cara menanggulangi sampah paPendapat saya cara menanggulangi sampah pada upacara agama , bali dikenal sebagai daerah dengan seribu pura oleh karena itu di bali pasti ada upacara agama atau yang sering di sebut dengan odalan . Ketika odalan pemedek yang ingin sembahyang pasti mengaturkan banten dan membawa sarana persembahyangan seperti bunga , canang , dan dupa . Masih banyak orang yang menggunakan plastik untuk tempat bunga nya , banyak orang pun yang tak sadar akan lingkungan sehingga seenaknya membiarkan sampah bekas sembahyang nya di biarkan begitu saja yang membuat pura tercemar dan kotor . Cara menanggulangi sampah di pura bisa dengan mengambil sisa bunga yang sudah selesai di gunakan ke tempat sampah organik , menaruh 2 tempat sampah organik dan anorganik , menormalisasikan kepura tanpa pelastik dan barang sekali pakai lain nya , mengarahkan masyarakat untuk gotong royong setelah odalan selesai.ntuk gotong royong setelah odalan selesai.)
  • An appeal to the public to reduce the waste that accumulates during religious ceremonies  + (Pendapat saya dalam mengoptimalkan sampah Pendapat saya dalam mengoptimalkan sampah pada saat upacara agama berlangsung. Dimana, kita dapat menghimbau pengunjung yang hadir pada upacara keagamaan untuk membawa tas canang atau banten dan jika tidak mempunyai tas canang bisa menggunakan keben. Apabila masih ada yang menggunakan kresek bisa dihimbau untuk membuang tas kresek tersebut kedalam tempat sampah atau dibawa dulu untuk membungkus canang atau bunga yang sudah selesai di pakai pada saat bersembahyang. Dengan cara ini mungkin kita dapat mengoptimalkan sampah, Apabila ada kesalahan saya dalam mengemukakan pendapat saya mohon maaf dan terimakasih. pendapat saya mohon maaf dan terimakasih.)
  • reduce waste from religious ceremonies  + (pendapat saya mengenai sampah dalam aktivipendapat saya mengenai sampah dalam aktivitas keagamaaan ialah dalam pelaksaan keagamaan yang kerap menjadi masalah yaitu menumpuknya sampah.hal ini kerap terjadi karena kurangnya tempat sampah untuk memilah antara sampah organik maupun anorganik,hal ini juga bisa terjadi karena orang orang malas mendaur ulang sampah.Hal hal inilah yang menjadi masalah bagi masyarakat ,karena akan mengakibatkan maraknya sampah. sebaiknya kita harus mulai sadar dari sekarang tentang masalah pengelolaan sampah,seperti membedakan tempat sampah antara organik dan anorganik ,serta bisa memanfaatkan seperti sampah organik sebagai pupuk kompos, sebaiknya kita juga mengurangi penggunaan bahan-bahan yang berunsur plastik saat membuat banten seperti mengurangi jajanan instan, maka dari itu lebih baik menggunakan jajanan tradisional seperti jajan bantal.bungkus jajan tradisional bisa teruai karena terbuat dari janur atau daun pisang,hal ini bisa berdampak baik bagi penumpukan sampah karena bungkus jajan teesebut bisa teruai dan dibuat pupuk kompos.berbeda dengan jajanan instan yang dikemas memakai plastik,plastik atau anorganik tidak bisa teruai dan bisa menyebabkan menumpuknya sampah.i dan bisa menyebabkan menumpuknya sampah.)
  • Sustaining Bali’s Tourism  + (Pendapat saya Overtourism membawa dampak nPendapat saya Overtourism membawa dampak negatif bagi Bali, seperti kerusakan lingkungan, komersialisasi budaya, kemacetan, serta tekanan sosial bagi masyarakat lokal. Solusinya adalah menerapkan regulasi ketat, mengembangkan pariwisata berkelanjutan, menjaga keseimbangan ekonomi, budaya, dan lingkungan, serta melestarikan adat Bali agar tidak luntur. Wisatawan perlu diedukasi agar menghormati adat dan alam, serta destinasi wisata harus didiversifikasi agar tidak terpusat di satu kawasan. Pemerintah, masyarakat, dan pelaku pariwisata harus bersinergi dalam memperkuat identitas budaya Bali. Dengan strategi ini, Bali tetap lestari dan stabil di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.tengah arus globalisasi yang semakin kuat.)
  • how to reduce waste from religious activities  + (pendapat saya tentang bagai mana cara kitapendapat saya tentang bagai mana cara kita mengurangi sampah dalam setiap aktivitas keagamaan adalah dengan kita mengubah kebiasan yang biasanya menggunakan plastik atau sampah yg susah terurai beralih menjadi tempat yg bisa digunakan berulang kali seperti bokoran, gelas kaca dan lain lain agar kita bisa mengurangi sampah plastik dengan meminimalisir penggunaanya, jika kita terus menerus menggunakan plastik setiap acara keagamaan kemungkinan besar sampah plastik pasti akan terus menumpuk dan kemungkinan akan menunpuk terus menerus mungkin kita berfikir lebih baik ditanam tetapi sampah plastik sangat susah terurai mungkin 100th dan itupun belum pasti teruai, dan kalo di bakar sampah plastik akan meninbulkan gas yg beracun yg bisa memicu penyakit dalam tubuh. </br>maka dari itu kita lebih baik beralih ke tempat yg bisa digunakan berulangkali dari pada sekali pakaiunakan berulangkali dari pada sekali pakai)
  • Efforts to Reduce Waste in Religious Ceremonies in Bali  + (Pendapat saya tentang cara mengurangi jumlPendapat saya tentang cara mengurangi jumlah sampah dalam kegiatan keagamaan di Bali adalah dengan menggunakan bahan-bahan alami dan ramah lingkungan. Contohnya, sarana upacara seperti janur, daun, bambu, serta bunga lebih baik digunakan daripada plastik atau bahan sintetis, karena bahan alami mudah terurai dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. Selain itu, hindari penggunaan plastik sekali pakai seperti kantong plastik atau styrofoam, namun pilihlah tas kain atau wadah yang bisa digunakan berulang kali.</br></br>Setelah kegiatan keagamaan selesai, sangat penting untuk membersihkan sisa-sisa upacara dan membuangnya di tempat sampah yang telah disediakan, serta memisahkan sampah organik dan non-organik. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sedangkan sampah non-organik seperti plastik atau botol bekas dapat didaur ulang. Jika sampah tidak diolah, tentu saja akan semakin menumpuk. Sosialisasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk menyadarkan mereka tentang dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan kebersihan pura. Dengan menerapkan cara ini, kita bisa menjaga kelestarian lingkungan. kita bisa menjaga kelestarian lingkungan.)
  • Waste Management in Religious Activities in Bali Using Natural and Eco-friendly Materials  + (Pendapat saya tentang cara mengurangi jumlPendapat saya tentang cara mengurangi jumlah sampah dalam kegiatan keagamaan di Bali adalah dengan menggunakan bahan-bahan alami dan ramah lingkungan. Contohnya, sarana upacara seperti janur, daun, bambu, serta bunga lebih baik digunakan daripada plastik atau bahan sintetis, karena bahan alami mudah terurai dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. Selain itu, hindari penggunaan plastik sekali pakai seperti kantong plastik atau styrofoam, namun pilihlah tas kain atau wadah yang bisa digunakan berulang kali.</br></br>Setelah kegiatan keagamaan selesai, sangat penting untuk membersihkan sisa-sisa upacara dan membuangnya di tempat sampah yang telah disediakan, serta memisahkan sampah organik dan non-organik. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sedangkan sampah non-organik seperti plastik atau botol bekas dapat didaur ulang. Jika sampah tidak diolah, tentu saja akan semakin menumpuk. Sosialisasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk menyadarkan mereka tentang dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan kebersihan pura. Dengan menerapkan cara ini, kita bisa menjaga kelestarian lingkungan. kita bisa menjaga kelestarian lingkungan.)
  • how to reduce waste in temples  + (pendapat saya tentang cara mengurangi samppendapat saya tentang cara mengurangi sampah di kegiatan agama adalah</br></br>1.menggunakan bahan bahan yang alami, pilih bahan bahan alami yang gampang kebuang di alam untuk sembahyang,boleh bunga segar tanpa kemasan plastik,daun,dan wangi wangian</br></br>2.tidak menggunakan plastik²an, penggunaan plastik hanya dilakukan sekali dengan barang barang yang boleh dipergunakan lagi atau daur ulang,dados g las lan piring dari bahan bambu atau daun</br></br>3.pisahkan sampah yang alami dan sampah tidak alami,sediakan tempat sampah yang kepisah untuk sampah organik dan non-organik di sekitar pura</br></br>4.memberikan edukasi,kepada umat untuk cara pengurangan sampah dan nyarengin informasi dan cara pengelolaan sampah dan pentingnya penggunaan bahan ramah lingkungan </br></br>5.melaksanakan kegiatan bersih bersih di lingkungan pura boleh menjaga kebersihan dan ngurangin penumpukan sampah </br></br>itu saja, aktivitas keagamaan di pura yang boleh dipertahankan dengan cara menjaga lingkungan dan menjaga kebersihan di sekitarngkungan dan menjaga kebersihan di sekitar)
  • waste processing properly  + (pendapat saya terkait mengurangi sampah dapendapat saya terkait mengurangi sampah dalam setiap aktivitas keagamaan yaitu setiap aktivitas keagamaan tidak lepas dengan sarana upacara seperti bungga,canang,dupa dan lain-lain,hampir semua itu berbahan organik/jenis sampah non organik.sampah organik seperti itu bisa kita olah menjadi pupuk alami.dimana kita warga bali bisa menerapkan ini diperkarangan rumah mereka. ara penerapannya itu kita bisa membuat sebuah lubang ditanah yang sekitar kedalamannya berukuran 6 meter dengan diameter 30 cm.setelah itu lubang tersebut dapat ditutup dengan tutup apa saja yang sesuai dengan lubang tersebut.sama halnya cara kerja lubang ini seperti lubang penguraian sampah daun yang ada di desa pengelipuran.dengan demikian sampah organik dapat terolah dengan baik baik dan kompos tersebut dapat dijual/bisa juga diberikan ketanaman yang ada dilingkungan sekitar.n ketanaman yang ada dilingkungan sekitar.)
  • Sustainable Waste Management ring Majeng Nyaga Religious Ceremony Environmental Sustainability  + (Pengelolaan sampah dalam acara agama ini mPengelolaan sampah dalam acara agama ini menunjukkan bahwa sudah menjadi tanggung jawab kita semua. Dalam acara agama, banyak sekali sampah yang berasal dari sesajen atau banten, serta sampah plastik yang digunakan seperti bungkus makanan atau minuman. Agar alam tetap terjaga dan suci selama acara agama, saya mengajak semua yang terlibat dalam acara untuk sadar akan semua sampah yang dihasilkan. Menjaga kelestarian lingkungan adalah sebuah kebajikan atau karma yang baik. Jika ada sampah plastik atau organik yang belum bisa diolah, sebaiknya jangan dibiarkan begitu saja, namun dalam acara agama akan lebih baik jika sampah tersebut dikumpulkan dan dibuang di tempat yang memungkinkan untuk didaur ulang.mpat yang memungkinkan untuk didaur ulang.)